Sinopsis
Gerakan buruh di Indonesia lahir dari ketegangan dalam kehidupan manusia sebagai makhluk biologis sekaligus sosial-budaya yang bekerja di Tengah perkembangan teknologi. Gerakan ini tidak hanya menjadi respons atas problem dalam relasi kerja, tetapi juga upaya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan lingkungan, serta mendorong perubahan sosial. Namun, perubahan sosial tidak selalu mudah tercapai. Ia bergantung pada besarnya dorongan permasalahan, proses pengambilan keputusan yang mempertimbangkan urgensi, kapasitas, dan sumber daya, serta tantangan yang dihadapi. Selain itu, perencanaan gerakan dan efektivitas pengorganisasian buruh bersama komunitas lain turut menentukan hasilnya.
Buku ini menguraikan kompleksitas tersebut dengan menempatkan manusia dalam relasi kerja sebagai titik tolak—sebagai pertemuan dimensi biologis dan sosial-budaya yang terkait dengan ruang, teknologi, dan sistem politik. Pertemuan dimensi-dimensi tersebut menjadi dasar dari berbagai pemicu gerakan, proses pengambilan keputusan, hingga bentuk-bentuk gerakan buruh yang muncul beserta hasilnya yang telah terjadi di Indonesia. Dengan pendekatan komprehensif, buku ini menjadi rujukan praktis untuk memahami dan mengembangkan gerakan buruh secara lebih strategis.