Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Pertanian & Lingkungan Hidup    Pertanian

Pembangunan Pertanian: Membangun Kemandirian Pangan dalam Masa Bencana dan Pandemi

Berat 0.75
Tahun 2020
Halaman 544
ISBN 9786237267355
Penerbit Andi
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Harga: Rp145.000
Tersedia:
Dikirim 2-5 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Komunikasi Bisnis (Edisi 5)
Djoko Purwanto
Rp361.000
Pertanian dan Industri: Prospek, Strategi, dan Kebijakan di Masa Depan
Sambari Halim Radianto
Rp88.000
Laskar Pelangi
Andrea Hirata
Rp89.000
Perilaku Konsumen (Edisi 7)
Leon Schiffman
Rp150.000
Lainnya+   

Sinopsis

Bencana dalam berbagai bentuk telah menjadi bagian kesejarahan umat manusia. Pandemi Covid-19 telah memorakporandakan tatanan kehidupan manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menyebabkan hancurnya perekonomian dunia yang berimplikasi pada kehilangan pekerjaan banyak orang. Pandemi ini telah menimbulkan efek bola salju pada masyarakat yang menyebabkan goyahnya kemandirian pangan karena ketidakmampuan mencukupi kebutuhan pangan.

Buku ini mengurai persoalan kemandirian pangan pada masa-masa bencana, termasuk pandemi Covid-19, serta memberikan gagasan-gagasan alternatif bagi masyarakat agar tetap tangguh dan mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Pengalaman telah menunjukkan bahwa bahan pangan alternatif banyak tersedia, demikian juga teknik budi daya dan produksi pangan, termasuk pada lingkungan perkotaan. Di sisi lain, persoalan kesejahteraan dan pemberdayaan petani juga tetap perlu menjadi perhatian bersama, terlebih ketika harus menghadapi sistem perdagangan komoditas pangan yang seringkali tidak menguntungkan bagi mereka. Buku ini juga menyajikan contoh ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Persoalan pangan adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk para akademisi. Mudah-mudahan percikan permenungan ini dapat menjadi oasis bagi masyarakat luas sekaligus titik cahaya di ujung lorong.
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)