Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Biografi & Memoar    Biografi

No Tulen Cakeppp! Kang Maman 2

Berat 0.20
Tahun 2015
ISBN 9789799108784
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Ilmu Negara
Abu Daud Busroh
Rp73.000

Sinopsis

Menurut survey saya, NoTulen adalah yang paling tidak ada kerjaan di ILK, karena hanya orang yang benar-benar nganggur yang bisa membuat konklusi dari kengawuran massive dan sistemik seperti di ILK. Dan Maman Suherman menurut saya, orang yang tetap berpikir dengan
kesederhanaan berbekal kekayaan pengetahuan dan pengalaman. Dan saya selalu beranggapan, bahwa kita bisa berharap lebih banyak pada orang yang berambut lebih sedikit.... Mikir!
Salam Lemper
- Cak Lontong - @C_lontong

Notulen: Inti Sari.
Inti dari setiap diskusi
Sari yang harus diresapi
- Denny Chandra - @AA_DeCe

Kalau Soekarno adalah ‘Penyambung Lidah Rakyat’, Kang Maman adalah ‘Penyambung Lidah Panelis’ Indonesia Lawak Klub. Dia bisa menyatukan isi kepala dari akademisi yang pendidikannya ‘pas-pasan’, hasil survey yang ‘diragukan’ dan debat kusir yang tak berkesudahan, menjadi
sebuah kalimat notulensi yang cerdas, berisi, dan menyentuh.
- Ronal Surapradja - @RockNal

Merangkum obrolan yang tadinya ringan dan seolah kosong, menjadi sebuah renungan yang mengisi sudut otak yang kopong.
Bravo Om Notulen!!
- Rakhmawatifitri - @fitrop

NoTulen adalah sosok yang selalu terlihat tak “terlibat” dalam diskusi.
Namun, sebenarnya menyimak dengan hati dan otaknya tak pernah berhenti mensinkronisasi antara topik bahasan dan banyolan-banyolan panelis, menjadi sebuah konklusi yang tak hanya terdengar indah, tapi juga berirama dengan logika, sehingga meninggalkan makna yang membahana di hati pemirsa.
“Kang Maman memang BOTAK (Berisi OTAKnya). Pengalaman dan pengetahuannya selalu dibaginya yang membuka dan menambah wawasan orang-orang yang ngobrol dengannya. Jadi buat Kang Maman, keep BOTAK!
- Cici Panda - @Pandasuper

Kalau ditanya lebih tajam mana pedang dengan pena? Semua pasti akan menjawab pedang. Tapi, di tangan Maman Suherman, pena telah berubah menjadi sebilah samurai yang bisa mengiris tanpa melukai, menohok tanpa harus menyodok, membuat airmata menetes tanpa harus menggores.
Kalau ada istilah ‘Mulutmu Harimaumu’, untuk Pak Maman, ‘Penamu, Pedangmu!’
- Insan Nur Akbar - @akbar___
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)

Riwayat Penelusuran Anda (1 Produk Terakhir yang Baru Anda Lihat)

Bersihkan Riwayat
Sosiologi Sastra
Jangan Tampilkan Lagi