CADANGAN DEVISA merupakan sebuah indikator ekonomi dari suatu negara. Besarannya menunjukkan kemakmurannya. Cadangan devisa juga saling mempunyai keterkaitan dengan nilai kurs valuta asing. Cadangan devisa yang tidak bisa meningkat menembus di atas 125 miliar dollar AS menjadi sebuah pertanyaan yang sangat mendalam dan nilai kurs juga sangat berfluktuasi. Bila nilai kurs valuta asing—terutama dollar AS—ingin diturunkan, atau nilai rupiah menguat dibandingkan dengan dollar AS, banyak dana (cadangan devisa) yang diperlukan dalam rangka mengintervensi nilai kurs tersebut.
Buku ini membahas cara untuk menaikkan cadangan devisa dan membuat nilai kurs stabil sehingga perekonomian Indonesia mempunyai kepastian terutama bagi para pebisnis. Salah satu factor penting yang harus diubah, yaitu Undang-Undang No. 24 tahun 1999 tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar, yang mewajibkan para eksportir atau pihak lainnya membawa uangnya ke Indonesia. Pemerintah juga harus melakukan tindakan persuasif untuk mendatangkan uang orang Indonesia yang sedang diparkir di Indonesia. Carry trade juga bisa dilakukan untuk meningkatkan cadangan devisa agar kinerja perekonomian dapat meningkat. Selain itu, banyak lagi tindakan yang bisa dilakukan dan diuraikan dalam buku ini.
Prof. Dr. Adler Haymans Manurung lahir di Porsea, Tapanuli Utara, 17 Desember 1961. Meraih gelar S1 dari Program Extension FEUI tahun 1987 dan menyelesaikan studi S-2 di University of Newcastle, Australia pada 1995. Pada 2002, ia berhasil meraih gelar doktor bidang keuangan dengan predikat cum laude-nya, juga dari Pascasarjana FEUI. Guru Besar Pasar Modal, Investasi dan Perbankan di Fakultas Ekonomi Universitas Bina Nusantara sekaligus Presiden Asosiasi Analis Pasar Investasi dan Perbankan ini mendapatkan pangkat “profesor” dari Departemen Pendidikan pada 2008 dalam bidang Investasi, Pasar Modal, Keuangan, dan Perbankan. Hingga kini, ia telah menulis lebih dari 40 buku seputar bisnis dan investasi.