Menurut Cornelius Plantinga, suatu kegiatan di belakang layar yang mutlak diperlukan oleh para pengkhotbah sekaligus sebagai penunjang dalam menghasilkan khotbah yang relevan dengan konteks kehidupan abad ke-21, yaitu mereka perlu membaca literatur umum: entah itu sebuah novel, roman, cerita pendek, biografi, dongeng, surat kabar, puisi, atau catatan-catatan jurnalistik. Makna-makna yang terserap dari kegiatan membaca literatur umum itu dielaborasikan dengan pesan Alkitab, iman pribadi, dan pengalaman orang percaya, maka akan menghasilkan sebuah khotbah yang hidup dan menarik.