AntologiMahar Seribu Masjid ini disusun dari kerja sastra yang serius, oleh fiksi yang matang, rajut prosa yang padat dan penuh keringat, sehingga lahirlah cerpen-cerpen revolusioner yang utuh, inspiring dan tidak "basi". Antologi cerpen ini menyiratkan kesungguhan para penuturnya akan suatu intimitas gagasan. Futurisme kenakalan yang kritis, penelanjanganakan ideologi-idealisme temporer manusia modern, spiritualitas yang mendalam, menjalar ke lubuk getar. D. ZawawiImron mengatakan bahwa cerpen ini hendak membangunkan kesadaran kita akan penghargaan pada kehidupan yang kemudian meliput dan melipat dalam narasi-narasi yang cerdas dan mencerdaskan.