Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Novel & Sastra    Sastra & Cerpen

Luka Cinta Jakarta

Berat 0.47
Tahun 2017
Halaman 320
ISBN 9786024246884
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Sinopsis

Luka Cinta Jakarta merupakan antologi puisi tentang Jakarta yang ditulis sepanjang April hingga Agustus 2017. Di antara 100 puisi, ada "rekaman" yang bercerita mengenai gejolak kontestasi pemilihan umum, dalam hal ini adalah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Bagi penulis, kontestasi politik tersebut menjadi ajang yang paling brutal dalam sejarah pemilihan umum di Indonesia. Selebihnya, Luka Cinta Jakarta menampilkan nyanyian kemanusiaan dan kerinduan terhadap cinta. Antologi puisi ini turut menampilkan karya visual berupa 100 ilustrasi yang diciptakan oleh 10 ilustrator dari Sanggar Garajas Bulungan.

Yudhistira menunjukkan refleksi, perenungan, tanggapan, dan kritik tajam terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Jakarta dan Indonesia secara puitis melalui Luka Cinta Jakarta. Namun, yang menarik sebenarnya, ia mengangkat berbagai persoalan universal yang bisa terjadi di berbagai daerah di Indonesia. "Jakarta" dalam puisi-puisi Yudhistira pada dasarnya bukanlah entitas kota yang semata-mata dikonstruksi secara geografis, tetapi juga metaforis. "Jakarta" dalam puisi-puisi Yudhistira menjadi semacam penggambaran dari habitus tempat bersemainya berbagai harapan, tantangan, dan persoalan.

—Yusri Fajar, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya.

Saya mulanya menikmati sajak-sajak yang ditulis Mas Yudhis melalui status-status beliau di Facebook. Kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang indah dan mudah dicerna. Sajak-sajak dalam Luka Cinta Jakarta ini memperlihatkan kerisauan penyair terhadap situasi Jakarta dan Indonesia terkait dengan pemilihan umum, terlebih situasi sebelum dan sesudah pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta. Bagi saya, sajak-sajak di dalam antologi ini menjadi semacam teguran yang disampaikan dengan indah dan lembut.

—CSP Wekadigunawan, Dosen Fakultas Kedokteran Program S-2 dan S-3 Universitas Sebelas Maret Surakarta, Penikmat Sajak.
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:

Buku Sejenis

Tiga Drama
Seno Gumira Ajidarma
Max Havelaar
Multatuli
Tengah Hari di Yenisehir
Sevgi Soysal
Dian yang Tak Kunjung Padam
Takdir Alisjahbana
Katak Hendak Jadi Lembu
Nur St Iskandar
(Kembali Ke Atas)

Riwayat Penelusuran Anda (1 Produk Terakhir yang Baru Anda Lihat)

Bersihkan Riwayat
101 Pertanyaan Seputar Kematian
Jangan Tampilkan Lagi