Penatalaksanaan luka bakar di Indonesia hingga kini masih dihadapkan pada masalah tingginya mortalitas dan morbiditas. Peraawatan yang sulit, menguras pikiran dan tenaga. Kerap penderita luka bakar kritis tidak bertahan hidup. Kalaupun bertahan hidup, maka perawatannya lama dan sudah tentu memerlukan biaya tinggi. Penyembuhan dihadapkan pada berbagai penyulit penyembuhan dan hasilnya tidak pernah memuaskan berbagai pihak. Hal ini menjadi warna kasus-kasus: Penurunan Mortalitas diikuti mobiditas yang meningkat