Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Pertanian & Lingkungan Hidup    Lingkungan Hidup

Lahan Gambut: Pengembangan, Konservasi, dan Perubahan Iklim

Berat 0.51
Tahun 2010
ISBN 9794207381
Penerbit Gadjah Mada University Press
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?
1

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Klimatologi: Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman (Edisi Revisi)
Ance Gunarsih Kartasapoet..
Rp39.000
Masalah Sosial dan Upaya Pemecahannya
Soetomo
Rp90.000
Gambut: Agroekosistem dan Transformasi Karbon
Faiz Barchia
Rp55.000
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Otto Soemarwoto
Rp75.000
Lainnya+   

Sinopsis

Masalah gambut mendapatkan perhatian serius seiring dengan semakin kuatnya isu perubahan iklim dan pemanasan global. Lahan gambut sebuah ekosistem alami bernilai tinggi karena mempunyai  keanekaragaman hayati, sebagai pengatur iklim, dan tempat bergantungnya hidup jutaan penduduk. Pembukaan lahan gambut, pengatusan berlebih, dan kebakaran yang sering terjadi dinilai sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca, seperti CO2, CH4, dan N2O yang menjadi “bom waktu” bagi lingkungan dalam 50-100 tahun mendatang. Komitmen Indonesia pada dunia secara sukarela merencanakan penurunan 26% dan sampai 41% emisi gas rumah kacanya dengan bantuan negara lain sampai pada tahun 2020, di antaranya 9,5-13% dari lahan gambut memerlukan rencana dan program aksi.
Namun di sisi lain, dorongan pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian dan perkebunan semakin pesat seiring dengan kondisi nasional dan lingkungan strategis. Kondisi “lapar tanah” akhir-akhir ini semakin dirasakan karena konversi lahan, kebutuhan pangan dan energi untuk penduduk yang lebih seperempat milyar. Dorongan kuat dari investor dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan gambut yang lama tidur untuk perkebunan sawit bagi pemerintah daerah dipandang merupakan peluang untuk meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat yang sebagian besar tergolong miskin.
 
Rangkaian pengembangan lahan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi memberikan pembelajaran sangat baik. Pemanfaatan gambut dimulai sejak program kolonisasi tahun 1930-an, program transmigrasi pada tahun 1970  1995-an, Proyek PLG Sejuta Hektar pada tahun 1995-1999 di Kalimantan Tengah dilanjutkan Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi kawasan PLG Sejuta Hektar pada tahun 2007-2011 memberikan banyak catatan penting tentang gambut. Pengembangan lahan gambut  memerlukan basis saintifik dan teknologi yang mumpuni dan sejatinya mengikuti kaidah-kaidah “pengelolaan lahan gambut berkelanjutan”. Pemahaman tentang perilaku lahan gambut dan perubahan-perubahan pascareklamasi serta pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber informasi empirik merupakan kunci utama dalam menyiasati kendala dan meraih keberhasilan pengusahaan lahan gambut yang berkelanjutan.
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)

Riwayat Penelusuran Anda (1 Produk Terakhir yang Baru Anda Lihat)

Bersihkan Riwayat
Hak Asasi Manusia dan Hukum Internasional di Indonesia
Jangan Tampilkan Lagi