Dikirim 2-5 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)
Sinopsis
Ilmu Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari segala urusan yang berhubungan dengan hewan dan bahan asal hewan yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kesehatan manusia. Ilmu ini digunakan untuk melindungi konsumen dari bahaya kesehatan, menjamin ketenteraman batin masyarakat terhadap penularan penyakit yang bersifat zoonosis dan melindungi petani atau peternak terhadap penurunan nilai dan mutu bahan makanan asal hewan.
penulisan buku ini adalah untuk membantu mahasiswa dalam belajar dan memahami berbagai konsep dasar pengetahuan kesehatan masyarakat veteriner, sekaligus untuk menambah kepustakaan Ilmu Kesmavet dan One Health berbahasa Indonesia mengingat sangat terbatasnya buku yang dimaksud berbahasa Indonesia tersedia di pasaran. Di samping untuk mahasiswa kedokteran hewan, buku ini dapat juga digunakan oleh dokter hewan, sarjana peternakan ataupun masyarakat umum, karena materi yang disajikan dalam bentuk yang sederhana, sehingga lebih mempermudah dalam pemahamannya.
±± Swacita
Sejarah Singkat Kesehatan Masyarakat1
Periode Perkembangan Kesehatan Masyarakat.3
Perkembangan Kesehatan Masyarakat Veteriner7
Perkembangan Kesehatan Masyarakat Veteriner di Indonesia.8
Hubungan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) dengan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet)9
Ringkasan11
Bahan Bacaan..12
BAB 2 APLIKASI EPIDEMIOLOGI DAL AM KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER 15
±± Swacita
Pengertian dan Peran Epidemiologi .15
Metode Epidemiologi16
Pengukuran Epidemiologi.19
Epidemiologi Penyakit Menular.24
Imunisasi.31
Ringkasan33
Bahan Bacaan35
BAB 3 KESEHATAN LINGKUNGAN 37
±± Swacita
Pengertian dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan 37
Perumahan 39
Penyediaan Air Bersih .44
Pembuangan Kotoran Manusia 48
Sampah dan Pengelolaannya.54
Air Limbah dan Pengelolaannya59
Ringkasan.64
Bahan Bacaan.66
BAB 4 SANITASI DAN HIGIENE DALAM PROSES
PRODUKSI DAN PENANGANAN PANGAN 67
±± Swacita
Pendahuluan.67
Sumber Kontaminasi69
Tahap-tahap Higiene dan Sanitasi.70
Sanitasi Kimiawi.71
Higiene Karyawan.76
Pendidikan tentang Higiene dan Sanitasi .77
Standar Prosedur Operasi Sanitasi 80
Ringkasan.90
Bahan Bacaan92
BAB 5 RESIDU DAN CEMARAN MIKROBA PADA PRODUK PANGAN ASAL HEWAN DI INDONESIA 93
±± Swacita
Pendahuluan.93
Tujuan dan Sasaran.95
Pengenalan tentang Residu dan Jenisnya.96
Pelaksanaan dan Metodelogi.99
Hasil Monitoring dan Survailens100
Permasalahan yang dihadapi.103
Kajian Masalah.106
Upaya Tindak Lanjut 107
Ringkasan.108
Bahan Bacaan109
BAB 6 ADITIF PADA MAKANAN 111
±±I W. Suardana
Pendahuluan.111
Berbagai Zat Aditif yang Sering Dicampurkan pada Makanan.112
Ringkasan128
Bahan Bacaan129
BAB 7 SENYAWA BERACUN PADA BAHAN PANGAN 131
±±I W. Suardana
Pendahuluan 131
Penggolongan Senyawa Beracun.132
Ringkasan145
Bahan Bacaan146
BAB 8 GIZI DAN PANGAN MENURUT PENDEKATAN KESEHATAN MASYARAKAT 147
BAB 9 PERANAN PANGAN HEWANI DALAM PEMENUHAN GIZI MASYARAKAT 159
±±I W. Suardana
Pendahuluan.159
Komposisi dan Nilai Gizi Daging161
Jenis Daging dan Daging Olahan.169
Penurunan Gizi Selama Pemasakan.171
Label Gizi171
Ringkasan171
Bahan Bacaan173
BAB 10 GIZI MASYARAKAT 175
±±I W. Suardana
Gizi dan Fungsinya.175
Gizi Klinik dan Gizi Masyarakat177
Penyakit Gizi.179
Kelompok Rentan Gizi.183
Pengukuran Status Gizi Masyarakat.187
Ringkasan191
Bahan Bacaan192
BAB 11 PENERAPAN BIOSEKURITI 195
±± Swacita
Definisi dan Sejarah Biosekuriti195
Tujuan Pelaksanaan, Komponen Utama, dan Tindakan Umum Biosekuriti .197
Prinsip Bioskuriti.200
Penerapan Biosekuriti pada Instalasi Karantina Hewan (IKH) 202
Penerapan Biosekuriti pada Rumah Pemotongan Hewan (RPH).209
Biosekuriti Rumah Pemotongan Hewan (RPH).213
Zone Biosekuriti pada Peternakan.217
Ringkasan224
Bahan Bacaan226
BAB 12 PENGENALAN ONE HEALTH 229
±± Swacita
Pendahuluan.229
Pengertian dan Tujuan One Health.233
Ruang Lingkup dan Organisasi dalam One Health235
Implementasi One Health di Indonesia pada Tataran
Pendidikan.237
Aplikasi One Health dalam Kedokteran Hewan239
Eco Health dan Hubungan One Health dengan Eco Health.244
Ringkasan.248
Bahan Bacaan.250
BAB 13 PENANGGULANGAN PENYAKIT INFEKSI BARU DAN ZOONOSIS DENGAN PENDEKATAN ONE HEALTH 253
±± Swacita
Penyakit Infeksi Baru (PIB)/Emerging Diseases.253
Implementasi One Health.256
Investigasi Penyakit dengan Metode SOAP .257
Penilaian Risiko Cepat (Rapid Risk Assessment)259
Participatory Epidemiology dengan PRA Tools.261
Protokol Alur Terpadu Penanganan Zoonosis-PIB.263
Pengambilan dan Pengiriman Sampel.269
Perlindungan Diri dan Lingkungan Saat Respons Wabah