Dikirim 2-5 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)
Sinopsis
Geliat pertumbuhan lembaga-lembaga ekonomi syariah di Indonesia—baik bank maupun non-bank—tak seimbang dengan ketersediaan regulasi yang memadai di sektor ini. Melalui payung hukum Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 2 Tahun 2008, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) tampil sebagai jawaban. Kehadirannya amat dibutuhkan, terutama jika dihadapkan pada penyelesaian sengketa di bidang ini baik secara litigasi maupun nonlitigasi.
Dalam buku ini, Penulis mencoba melakukan kajian terhadap konsep akad yang Penulis nilai sebagai aspek terpenting sekaligus inti (core) dari keseluruhan kajian ekonomi syariah. Melalui analisa komparatif, Penulis melakukan orisinalisasi (ta’shîl) terhadap rumusan-rumusan pasal dalam KHES dengan melacak latar sumbernya dari kitab-kitab fikih yang menjadi acuan dalam penyusunan KHES. Dengan mengetahui landasan fikih tersebut, diharapkan KHES memiliki legitimasi yang kokoh sebagai hukum Islam terapan sehingga dapat lebih diterima oleh masyarakat. Selain itu, Penulis juga menganalisis konsep tersebut dengan rumusan-rumusan yang ada dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata).
BAB I GELIAT EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA 1
A Gelombang Kebangkitan Ekonomi Syariah 1
B Kelangkaan Hukum Ekonomi Syariah 9
BAB 2 EKSISTENSI DAN KEDUDUKAN KOMPILASI HUKUM EKONOMI SYARIAH (KHES) 13
A Positivisasi Hukum Islam di Indonesia13
B Lintas Historis Positivisasi Hukum Islam di Indonesia 16
C Latar Belakang dan Proses Lahirnya KHES 25
D Kedudukan KHES dalam Tatanan Hukum Positif di Ind onesia 35
E Cakupan Konten KHES 50
BAB 3 KONSEP UMUM DAN ASAS AKAD 55
A Akad dalam Sengketa Ekonomi Syariah 55
B Definisi Akad 56
C Urgensi Akad dalam Muamalah 62
D Antara Akad, Kontrak, dan Perikatan 65
E Asas-asas Akad 71
BAB 4 RUKUN, SYARAT, DAN KLASIFIKASI HUKUM AKAD 93
A Rukun dan Syarat Akad93
B Klasifikasi Hukum Akad 118
BAB 5 AIB KESEPAKATAN DAN INGKAR JANJI (WANPRESTASI) 155
A Ghalath atau Khilaf 156
B Ikrāh atau Paksaan 159
C Taghrīr atau Tipuan 165
D Ghabn atau Penyamaran 169
E Tentang Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik van Omstandigheden) 174
F Ingkar Janji atau Wanprestasi 180
BAB 6 KEADAAN MEMAKSA DAN RISIKO AKAD 209
A Keadaan Memaksa 209
B Risiko Akad 220
BAB 7 AKIBAT AKAD DAN PENAFSIRAN AKAD 225
A Akibat Akad 225
B Penafsiran Akad