Ia sosok yang sangat mensyukuri anugerah akal. Ia menjunjung tinggi kebebasan berpikir, namun yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia senang berdiskusi dan bahkan berdebat—bukan untuk menjatuhkan lawan dalam kesalahan, namun agar sampai di titik temu dan kebenaran. Prinsip demikian membuatnya rendah hati dan tak fanatik. Ia pernah mengatakan, "Pernyataanku hanya pendapat. Jika ada orang yang menyatakan pendapat yang lebih baik daripada pendapatku maka pendapatnya lebih layak diikuti."
Dialah Abu Hanifah, imam pertama yang menyusun karya fikih dalam bab-bab yang sistematis dan menjadi pionir bagi para imam berikutnya, seperti Imam Malik, Imam Syafii, dan lain-lain. Dikemas dalam narasi-narasi singkat namun padat dan bumbu ilustrasi yang memikat, inilah karya berharga yang memaparkan riwayat hidup Imam Abu Hanifah secara menarik dan menyenangkan.
• Beda dari yang sudah ada. Dari kisah dan peristiwa yang diurai, pembaca bisa memetik pelajaran ilmu dan iman sekaligus saat membacanya. • Kaya data tapi disuguhkan dengan nyaman dan tertata. Menyarikan tokoh-tokoh terkemuka dan peristiwa penting terkait dengan sang imam yang layak dicermati setiap muslim. • Disajikan dengan ungkapan-ungkapan ringkas hingga mudah dicerna dan diingat bahkan sebelum tuntas membacanya. • Lebih dari sekadar biografi, karya bergizi ini juga menggugah kita untuk sadar dan terhubung dengan warisan intelektual Islam dan figur-figur teladan yang tak lekang oleh waktu dan terus mengilhami kita di zaman yang terus berubah ini.
BAGIAN SATU: MASA PERTUMBUHAN DAN MASA MENCARI ILMU
BAB 1: PERTUMBUHAN DAN KELUARGA A. Identitas Imam Abu Hanifah B. Tanah Kelahiran C. Masa Pertumbuhan D. Ulama Nonarab
BAB 2: DARI FILSAFAT MENUJU FIKIH A. Menuju Ilmu dan Ulama B. Berdebat dengan Penganut Berbagai Aliran C. Memilih Spesifikasi Ilmu D. Fokus pada Ilmu Fikih
BAB 3: GURU PERTAMA, HAMMAD IBN ABI SULAIMAN A. Bersama Hammad ibn Abi Sulaiman B. Etika terhadap Guru C. Siapakah Hammad? D. Guru-Guru Hammad
BAB 4: MURID AHLUL BAIT A. Muhammad al-Baqir B. Abdullah ibn al-Hasan C. Ja‘far Shadiq
BAB 5: PARA GURU BESAR A. Sumber-Sumber Ilmu B. Sa‘id ibn Jubair C. ‘Atha’ ibn Abi Rabah D. Nafi’, Bekas Budak Ibnu Umar
BAGIAN DUA: KEISTIMEWAAN IMAM ABU HANIFAH
BAB 1: SOSOK DAN KEPRIBADIAN A. Ciri-Ciri Fisik B. Hamba yang Berakhlak C. Sang Dermawan D. Penasihat yang Bijak E. Pemikir Sosial
BAB 2: AKAL YANG BEBAS DAN TERCERAHKAN A. Kedalaman Berpikir B. Kebebasan Berpikir C. Jawaban Cepat yang Mengagumkan D. Andal Berdebat
BAB 3: PEDAGANG YANG BERAKHLAK A. Mata-Pencaharian dan Sumber Rezeki B. Pedagang Penghasil Pemikiran C. Akhlak dalam Berdagang D. Teladan Utama bagi Para Pedagang
BAB 4: DUNIA POLITIK A. Berkonfrontasi dengan Bani Umayyah B. Dinasti Baru C. Konflik dengan Dinasti Abbasiyah
BAGIAN TIGA: ILMU ABU HANIFAH
BAB 1: FIKIH ABU HANIFAH A. Referensi Hukum Abu Hanifah B. Ahli Fikih yang Pedagang C. Menghargai Kebebasan
BAB 2: HADIS DAN ABU HANIFAH A. Periwayatan Hadis B. Hadis Fikih
BAB 3: AKIDAH ABU HANIFAH A. Keimanan Itu dengan Hati dan Lisan B. Iman Adalah Pembenaran C. Qadha’ dan Qadar D. Kemakhlukan Al-Quran
BAB 4: PERALIHAN MAZHAB A. Murid-Murid Abu Hanifah B. Kitab-Kitab Abu Hanifah C. Perkembangan dan Penyebaran Mazhab
BAGIAN EMPAT: KEPERGIAN DAN MANAQIB
BAB 1: KEPERGIAN SANG IMAM A. Wafatnya Sang Imam B. Pernyataan Sejumlah Ulama Saat Abu Hanifah Wafat
BAB 2: AL-MANAQIB A. Mutiara Perkataan Abu Hanifah B. Kesaksian Orang atas Diri Sang Imam