| Tweet |
|
|
||||||||||||||||||||
Buku ini memaparkan tentang adat Batak yang terkenal dengan nama adat DALIHAN NATOLU (istilah Batak yang asli untuk adat ialah "ugari", tetapi istilah "adat" kini sudah umum dipakai di kalangan orang batak). Ada katanya 3 keistimewaan orang Batak karena adat tersebut. Pertama: Orang Batak adalah martutur sesamanya; artinya berdasarkan Dalihan Natolu merasa "berkerabat" sesamanya. Kedua: Supaya absah menurut dalihan natolu maka perkawinan orang Batak haruslah diresmikan secara adat Batak. Ketiga: Marga adalah warisan suci, dalam arti "adat Dalihan Natolu tegas melarang diadopsi seorang yatim piatu (orang Batak) oleh siapapun, kecuali yang semarga dengan sianak".
Isi buku ini adalah hasil bacaan karya-karya mengenai adat Batak dan juga pengalaman berpartisipasi dalam upacara-upacara adat Batak. Buku ini dimaksudkan sebagai karya ilmiah yang diuraikan secara populer, sengaja disajikan dalam bahasa Indonesia supaya lebih luas lingkungan pembaca, terutama angkatan muda.
Dalihan Natolu
Syaiful Amri | S. Margana | RM Bibid Kuslandinu | Roger M. Keesing | C. Rajagopalachari |