Dengan cadar terkoyak yang terlilit erat mengelilingi bahunya dan kepala tertunduk, perempuan itu melirik ke atas dari balik tepian kerudungan. Matanya bagaikan sepasang mata rusa yang terluka. Memohon dan pasrah. “Aku menceraikan kau! Aku menceraikan kau! Aku menceraikan kau!” tiga talak yang mematikan itu menghunjam jantungnya. Sebuah prasangka yang membutakan, menyeret diadakannya kacheri, pengadilan terbuka, yang dihadiri seluruh penduduk Desa Chiragpur. Bagaikan taifun, tragedi itu mengubur mereka dalam rasa bersalah seumur hidup. Tiga wanita belia mengalami kisah tragis yang menghantui kehidupan mereka di Desa Chiragpur. Naghmana, perempuan glamor dari kota; Chaudharani Kaniz, sang maharani; dan Gulshan, istri tak berdosa. Bagaimana kisah mereka dalam memendam pedih dan melanjutkan hidup? ----------oOo---------- “Penuh dengan detail tentang kehidupan dan cinta, kewajiban dan hasrat.”—Yasmin Alibhai-Brown, kontributor Newsweek “Qaisra Shahraz memiliki talenta bercerita sejati.” —Sue Gee, penulis The Hours of The Night and Earth and Heaven “Kisah cinta dan ketidakjujuran dengan eksotisme Pakistan.” —The Kahleej Times Online Buku ini pernah terbit dengan judul Perempuan Terluka.