Hingga saat ini, Teddy telah menuliskan buku kehidupannya sepanjang 75 tahun. Ia berusaha menuliskannya dengan lengkap, sekaligus “berbeda”. Jika Einstein mewariskan sifat kecendekiaan karena ingin mengajak segenap umat manusia menguak rahasia alam; Martin Luther King Jr. meninggalkan semangat pembebasan karena ingin membangun struktur masyarakat yang lebih berkeadilan; Steve Jobs menciptakan teknologi digital artistik karena ingin melihat anak manusia merasakan hidup yang lebih kreatif dan penuh warna, maka Teddy ingin meninggalkan legacy berupa watak profesionalisme dan entrepreneurship demi kemakmuran dan kesejahteraan bagi sebanyak-banyaknya anak manusia, khususnya sesama warga Indonesia. Walaupun menyadari bahwa cita-citanya tak akan pernah benar-benar tercapai, Teddy tetap berjalan, berkarya, dan terus menuliskan buku kehidupannya. Karena, an excellent life is a book of excellent journey.