Buku ini mengisahkan bagaimana televisi swasta Indonesia menjadi pasar potensial bagi produk industri hiburan asing, menjadis arana pembentuk gaya hidup masyarakat (yang bersahabat dengan kepentingan kapitalisme golbal), hingga menjadi sarana pemasaran merek-merek global.
Tidak hanya berteori, buku ini menggunakan data perkembangan industri televisi di Indonesia untuk mengisahkan sejarah dan cerita menarik di balik industri televisi - sejak era TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia.
“Buku ini penting untuk melengkapi cara pandang kita pada industri media, khususnya televisi, yang merupakan bagian dari kapitalisme global. Buku ini menawarkan cara pandang (perspektif) ilmu komunikasi kritis dalam melihat perkembangan industri media di Indonesia. Perspektif ilmu komunikasi kritis terkadang membuat sejumlah orang menjadi gerah, apakah itu akademikus yang terlalu mapan, ataukah para industriawan yang telah banyak mengeruk keuntungan dari komodifikasi siaran televisi. Buku ini menawarkan suatu cara pandang lain untuk memberikan keberimbangan dalam melihat fenomena industri media tak sekedar suatu komodifikasi terus-menerus tetapi juga menawarkan sejumlah pertanyaan menantang: betulkah dalam situasi seperti ini Indonesia akan semata menjadi pasar belaka? Apakah tak ada suatu arus balik ( contra flow ) yang bisa dilakukan melihat perkembangan kapitalisme global?” Ign. Haryanto Peneliti senior Lembaga Studi Pers dan Pembangunan dan pengajar jurnalistik di Universitas Multimedia Nusantara
“Jika kita ingin memahami bagaimana motif-motif kapitalisme mempengaruhi segala praktik yang berhubungan dengan proses produksi, distribusi, dan konsumsi informasi, maka buku ini mampu memenuhi keingintahuan kita tentang bagaimana campur tangan penguasa dan pengusaha (melalui berbagai strateginya) menentukan isi siaran televisi kita. Salah satu buku rujukan yang bernilai bagi mereka yang berminat dalam kajian ekonomi politik media.“ Dr. Pinckey Triputra Ketua Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP UI