“Kamu ngerti nggak penjelasan saya?” tukas seorang pimpinan kepada seorang karyawan. “Mengerti pak!” sahut karyawan ini cepat-cepat namun sedikit mendongkol, sebab kata-kata itu terus-menerus dilontarkan sang atasan setiap kali memberi penjelasan. Memangnya saya, telmi? Batin karyawan ini dalam hati… Dengan berkacak pinggang, seorang pimpinan memberikan sejumlah instruksi kepada seorang karyawan yang manggut-manggut di depannya. Karyawan lain datang terbungkuk-bungkuk melaporkan sesuatu kepada sang pimpinan yang kali ini melipat tangan dengan sikap bossy. Tiba-tiba sang pimpinan mencak-mencak menunjuk-nunjuk anak buah di depannya, kemudian dengan sumpah serapah meninggalkan mereka. Setelah pimpinan berlalu, keduannya lantas mencibir sembari menggeleng-gelengkan kepala. Kita ini pembantu apa karyawan, sih? Celetuk salah seorang karyawan… Ada apa dengans ikap pemimpin yang seperti ini? Lantas kalau kita bersikap friendly kepada bawahan, tidakkahmerekamalahngelunjak?Leadership@Workhanyamembahaspersoalanantarabosdananakbuah, tetapi- lebihluaslagi-jugamemberikansolusidankiatpraktisseputarpersoalanLeadership seperti: memilihdanmengelola SDM, berkantor di rumahdengan professional, cakapmendelegasikantugas, santunmemerintahanakbuah, dsb. Tingkat Leadership skill danentrepreneurship soul Andadenganmemahami: • 6 LangkahMengelola SDM dengan Professional • 5 PetunjukMengelola Perusahaan denganEfisien • 4 KiatMenjadiStasan yang Berwibawa di TemparKerja
BukuiniditunjukanbagiAnda, parapemimpindancalonpemimpinmasadepan yang bersediaterus-menerusmelatihskill kepemimpinan. Karenapemimpintidakdilatihdalamsemalam, melainkandibentukdandilatihsetiaphari.”Leaders are not born, but trained…”