Dari hari ke hari, kita makin sering mendengar dan membaca kata korupsi, nepotisme, kolusi, kongkalikong, dan sederet kata negatiflain di berbagai media berita. Kata-kata tersebut menyebar luas, awalnya terasa amat buruk, namun lama kelamaan dan lambat laun menjadi biasa. Orang menjadi semakin biasa mendengar kata korupsi, semakin memberikan pemakluman terhadap kolusi, tak lagi heran dengan nepotisme, dan semakin takut berlaku benar.Sosok yang bersih perlahan menjadi langka dan bukan tak mungkin menjadi aneh di tengah aparatur negara ini. Tak heran jika gambaran suatu pemerintahan yang bersih semakin bergeser dari gambaran ideal menjadi harapan kemudian perlahan menjadi mitos.
Buku yang ada di tangan Anda ini menyajikan bagaimana pandangan Islam tentang amanah, kejujuran, istikamah, dan keikhlasan. Bagaimana sederatan konsep tersebut merupakan modal dan karakter yang berperan amat erat dalam pembentukan seorang pemimpin yang berintegritas; gerbang dari suatu pemerintahan yang bersih. Juga bagaimana semua itu berkaitan dengan kemampuan seorang pemimpin, suatu pemerintahan, dan satu bangsa dalam menghadapi berbagai penyakit kronis seperti korupsi, nepotisme, dan kolusi yang jika dibiarkan hanya akan membawa kehancuran.
KEJUJURAN SEJAK DINI UNTUK MENCEGAH KORUPSI MELAWAN KORUPSI MENGHINDARI KORUPSI AMANAH MAKNA KHILAFAH MENEGAKAN KHILAFAH ADALAH MENEGAKAN KEADILAN ISLAM AL-DIN WA AL-DAWLAH JADILAH PEMIMPIN YANG BERTANGGUNG JAWAB< br /> IKHLAS DAN ISTIKAMAH MALU DAN IHSAN MENERJEMAHKAN ISLAM MAKNA FITNAH