Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Novel & Sastra    Novel

Sepatu Emas buat Inang: Sepenggal Kehidupan di Siborong-borong 1983-1985

Berat 0.50
Tahun 2014
Halaman 228
ISBN 9786028252973
Penerbit Jalasutra
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Sinopsis

“Kurun waktu dua tahun di Siborong-borong memberikan warna tersendiri dalam kehidupanku. Setelah lepas dua tahun tersebut, aku bisa merenungkan kembali. Dari ajakan Asmara untuk tinggal Siborong-borong selama dua tahun, hebohnya persiapan, suka-duka mendampingi Inang, kegiatan dengan KSPH (Kelompok Studi Penyadaran Hukum) bersama Asmara mendampingi korban Indo Rayon, pengalaman anak-anak, pengalaman kebersamaan dengan orang-orang sana dan shock culture, semua itu memberikan warna yang indah.

Anak-anak jadi mengenal tanah kelahiran ayahnya, ompung-nya, dan keluarga besar. Tumbuh rasa bahwa mereka adalah keturunan orang yang dilahirkan di Siborong-borong. Kecintaan terhadap Siborong-borong pun mulai tumbuh. Mereka sadar bahwa di sana ada rumah ompung-nya.

Dan saat catatan panjang ini bisa kubagi dan dibaca banyak orang, inilah persembahan ‘sepatu emas’ kami. Inilah kumpulan ‘sepatu emas’ kami. Kami berharap semoga siapa pun yang ikut membaca catatan harian ini bisa mendapat ‘sepatu emas’ yang lain, berupa inspirasi atau pembelajaran ...”

***
“Buku yang diolah dari catatan harian penulisnya, merupakan sebuah cerita tentang kecintaan anak kepada ibunya dan kesetiaan istri kepada suami dan ibu mertuanya. Pembaca juga dibawa kepada situasi desa Siborong-borong dengan seluruh kompleksitas adat mereka dan bagaimana penulis, yang meskipun berasal dari suku Batak juga namun karena dibesarkan di Jakarta, harus bernegosiasi dengan adat dan kebiasaan keluarga suami yang tak begitu dikenalnya. Sebuah buku yang menarik terutama bagi mereka yang ingin mengetahui aspek-aspek lain dalam kehidupan dan kekerabatan orang Batak khususnya di Siborong-borong, yang menjadi setting cerita dalam buku ini, sekaligus mengenal lebih jauh tentang sisi-sisi sehari-hari kehidupan pribadi Asmara Nababan dan Magdalena Sitorus, dua orang yang kita kenal banyak terlibat dalam perjuangan hak asasi manusia.”
Nursyahbani Katjasungkana ~ Koordinator Nasional APIK
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:

Buku Sejenis

Marmut Merah Jambu
Raditya Dika
Milea: Suara dari Dilan
Pidi Baiq
The Baghdad Clock
Shahad Al Rawi
Luka
Fanny J. Poyk
Suka-Suka Teppy
Stephany Josephine
(Kembali Ke Atas)