Abdul Malik (yang kelak dikenal dengan HAMKA) lahir di Sungai Batang, Maninjau, Sumatera Barat pada 17 Februari 1908. Sebagai putra Haji Abdul Karim Amarullah, ulama besar dan salah seorang pelopor gerakan tajdid di Minangkabau, Abdul Malik kental dengan didikan agama yang ditimpanya di Sumatera Thawalib (sekolah beraliran pembaruan yang didirikan sang Ayah) dan dari para kiai di surau atau masjid (aliran tradisional).