Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Novel & Sastra    Sastra & Cerpen

Puncak Makrifat Jawa: Pengembaraan Batin Ki Ageng Suryomentaram

Berat 0.50
Tahun 2012
Halaman 476
ISBN 9786029498608
Penerbit Noura Books
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Cara Menggunakan dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalur)
Riduwan
Rp57.000
Catatan Seorang Demonstran
Soe Hok Gie
Rp65.000
Open Source GIS: Aplikasi Quantum GIS Untuk Sistem Informasi Lingkungan
Aditya L. Ramadona
Rp50.000

Sinopsis

Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji. Seperti halnya tokoh sufi Ibrahim Ibnu Adham dan Sidharta Gautama, Ki Ageng Suryomentaram juga mengalami kegelisahan batin yang mendalam meskipun ia hidup di dalam keraton. Ia pun kabur dan menyamar sebagai rakyat jelata dan mengganti namanya, Notodongso. Selama pengembaraan dan tirakatnya itulah berbagai temuan dan pencerahan ia dapatkan. Dari berbagai karya dan tulisannya, satu di antaranya adalah Langgar.

Buku Langgar yang semula berbahasa Jawa ini kemudian diterjemahkan dan diberikan penjelasan secara mendalam oleh penulis. Dalam buku ini penulis, yang juga penulis ‘Hikam untuk Semua’, secara tekun dan penuh penghayatan mencoba menelusuri relung-relung pengetahuan Ki Ageng Suryomentaram lebih mendalam. Penulis juga memberi kesempatan kepada pembaca untuk menelusuri lebih jauh perenungan dan temuan-temuan Ki Ageng.

Buku ini semakin menarik untuk dikaji karena diapresiasi oleh seseorang yang memiliki latar belakang tradisi pesantren yang ketat sekaligus pengalaman hidup yang getir dan dilematis. Tak heran, bila pertemuan penulis dengan khasanah Ki Ageng Suryomentaram seakan menempatkan dirinya sebagai “murid” dan “guru”. Bahkan dalam buku ini, penulis menyejajarkan sosok Guru Ageng Suryomentaram dengan sosok Syaikh al-Akbar Ibn ‘Arabi, karena kejeniusan Ki Ageng dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi khasanah jiwa manusia.

***

"Berbeda dengan penulis lain yang saya kenal, anak muda ini mampu menjelaskan pikiran dan pendapatnya secara komprehensif, tidak hanya deskriptif tetapi lengkap dengan hubungan satu dan lainnya serta contoh aktual sesuai dengan perkembangan saat ini." (KRT. Dr. dr. H. Sajidi Hadipoetro Husadaningrat MSc Om. Spkl, Staf Pengajar Pascasarjana Fak. Kedokteran UI)
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:

Buku Sejenis

Bilang Begini, Maksudnya Begitu
Sapardi Djoko Damono
Partikel
Dewi 'Dee' Lestari
Metamorfosis
Franz Kafka
Jazz, Parfum, dan Insiden
Seno Gumira Ajidarma
Pagi Menjadi Ibu (Antologi Puisi)
Ibnu Wahyudi
(Kembali Ke Atas)