Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Biografi & Memoar    Pemimpin & Tokoh

Politik Bermartabat: Biografi I.J. Kasimo

Berat 0.45
Tahun 2011
Halaman 392
ISBN 9789797095680
Penerbit Buku Kompas
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Sinopsis

Sebuah biografi politik dari seorang politisi langka. Tak ada yang dapat menyangkal, I.J. Kasimo (1900-1986) adalah contoh paripurna dari seorang politisi berkarakter yang sulit dicari padanannya sekarang ini....
”Kecuali seorang politik dan pejabat yang tekun menjalankan tugasnya, ia pun seorang pejuang kemerdekaan. Tidak segan memberikan pengorbanan, ikut bergerilya untuk membela kemerdekaan Tanah Air. Dengan uraian singkat di atas, jelaslah tidak sedikit jasanya Saudara Kasimo untuk kepentingan bangsa dan negara”.
Mohammad Hatta

Umumnya orang dari Jawa Tengah dan Yogyakarta kurang bisa berbicara terus terang. Kasimo tidak. Terbawa keluguan hati dan keberaniannya, Kasimo selalu berbicara terus terang. Alangkah kayanya kita kalau dapat mewarisi sifatnya yang lugu, jujur, setia, bekerja tuntas, dan berani... sehingga kehidupan politik kita menjadi bermartabat.
Jakob Oetama

Berpolitik baginya adalah pengabdian sehingga menuntut pengorbanan. Pengorbanan itu telah diberikan Kasimo dengan rela hati sehingga tidak pernah menonjolkan jasa-jasa pribadinya kepada orang lain. Sebagai seorang pluralis sejati, Kasimo tidak alergi terhadap perbedaan, juga perbedaan ideologi yang bisa sangat tajam dalam parlemen atau Konstituante. Bagi Kasimo, di negara bangsa Indonesia, semua orang tanpa kecuali harus merasa ”kerasan” atau at home untuk tinggal di dalamnya.
Harry Tjan Silalahi

”Di dalam pertemuan-pertemuan itu saya mendapatkan pelajaran, bagaimana memperluas wawasan kita dalam melihat masa yang sedang dihadapi saat itu. Khusus dari Pak Kasimo tentang bagaimana dan pandangan sikap seorang pejuang yang beragama Katolik melihat permasalahan bangsanya secara menyeluruh. Ini bagi saya, itu pelajaran yang tidak akan terlupakan. Beliau sama sekali tidak pernah melihat masalah dari sudut kepentingan golongan Katolik semata atau sektarian. Senantiasa nilai-nilai universal yang kita perjuangkan, demokrasi, hak asasi manusia, the rule of law, dan sebagainya, termasuk tentu saja pluralisme.”
Adnan Buyung Nasution
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)