Sinopsis
Bahasa telah berkembang menjadi piranti kekuasaan yang efektif. Bahasa dimanfaatkan para penguasa tertentu yang berambisi memperbesar pengaruhnya untuk memengaruhi orang lain. Melalui bahasa, kebenaran yang diproduksi untuk kepentingan kekuasaan didistribusikan sehingga menjadi kebenaran khalayak.
Buku Politik Bahasa Penguasa ini disusun untuk memperlihatkan bahwa bahasa telah menjadi arena sekaligus alat kekuasaan di berbagai bidang kehidupan. Hubungan manusia dengan sesamanya telah berkembang menjadi relasi kekuasaan. Tetapi, bahasa pun digunakan untuk membangun spirit nasionalisme ketika bangsa Indonesia terjajah. Para pemikir dan tokoh pergerakan menggunakan strategi berbahasa agar cita-cita nasionalisme bisa tercapai. Bahkan, tiga arena dunia hukum, agama, dan pendidikan pun mempergunakan
bahasa untuk memperebutkan kebenaran.
Melalui buku ini, pembaca diajak mencermati bahwa bahasa tidak semata-mata sebagai alat komunikasi, pertukaran informasi, melainkan bisa menjadi arena tidak netral yang berorientasi pada kekuasaan.
Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, profesor sosiolinguistik pada Universitas Negeri Semarang (Unnes). Lahir di Banyumas, 12 Desember 1966. Ia menyelesaikan pendidikan doktor bidang sosiolinguistik di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tahun 2003. Sejak 2013, dipercaya menjadi Rektor Universitas Negeri Semarang, setelah selama tujuh tahun sebelumnya menjadi Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama di universitas yang sama.
Surahmat, S.Pd., M.Hum., dosen dan wartawan, lahir di Banjarnegara, 6 April 1988. Pernah bekerja sebagai reporter Radar Semarang Jawa Pos, Wakil Pemimpin Redaksi Merah Putih, dan kini menjadi pemimpin redaksi mudaindonesia.com. Kini, ia juga mengajar mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Negeri Semarang.