Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Sosial & Politik    Politik

Political Branding & Public Relations

Berat 0.36
Tahun 2011
Halaman 360
ISBN 9789792269017
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?
7

Sinopsis

Di tengah keprihatinan masyarakat terhadap maraknya fenomena politik uang, Political Branding & Public Relations menawarkan politik yang cerdas dan bersih. Setelah dalam buku pertama mengupas formula pencitraan merek komersial Indonesia, dalam buku kedua dari Trilogi PR Magic ini Silih Agung Wasesa mengadopsi pencitraan merek untuk partai politik dan political branding politisi. Tema yang dipaparkan di sini antara lain:

- Bagaimana Komunitas Membentuk Merek Politik
- Politik, Public Relations, dan Rekayasa Citra
- Segementasi Publik, Target Pemilih, dan Personal Branding Kandidat
- Mata Pemilih, Hati Rakyat, dan Citra Politik
- Manajemen Media Massa dengan Impresi Politik



“Pencitraan bukanlah segala-galanya untuk memenangkan pertarungan politik. Buku karya Silih Agung Wasesa ini memberikan wawasan praktis bagi siapa pun yang akan memasuki dunia politik agar tidak terjebak dalam “branding” yang semu, yang mensyaratkan besaran dana semata.”
--Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa

“Anda frustrasi dengan kampanye politik yang mahal? Political Branding memberi solusi cerdas untuk kampanye yang lebih hemat dan bermartabat. Dan yang terpenting, buku ini tidak akan mendorong Anda untuk melakukan korupsi demi mengembalikan biaya kampanye.”
--Yenny Zanuba Wahid, Ketua Umum Dewan Tanfidz Partai Kebangkitan Bangsa—Gus Dur

“Buku ini membuka wawasan baru dan memberi sumbangan untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Branding dalam dunia politik bukan sekadar membangun citra dengan biaya tinggi. Lebih dari itu, politisi harus memberikan pendidikan politik untuk rakyat dan mengubah orientasinya menjadi low-cost politic. Dengan demikian, demokrasi yang kita perjuangkan tidak menjadi barang mahal di negeri ini.”
--Anies Baswedan, Ph.D., Rektor Universitas Paramadina
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)