Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Sosial & Politik    Politik

Polikrisis Demokrasi: Neraca Kasus Indonesia

Berat 0.55
Tahun 2025
Halaman 364
Penerbit Gadjah Mada University Press
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Harga: Rp138.000
Tersedia:
Dikirim 2-5 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Sinopsis

Demokrasi sedang menghadapi ancaman polikrisis, di berbagai belahan bumi, termasuk di Indonesia. Polikrisis terjadi akibat perilaku elit, pemimpin, dan agensi politik yang tanpa kenal lelah berupaya melakukan ekstensi kekuasaan dengan berbagai alasan, melalui siasat manipulasi aturan main maupun praktek politik yang menjadikan demokrasi tidak lebih sebagai kualifikasi nominal. Ketika demokrasi disandera oleh berbagai kepentingan personal dan partikular elit, serta kelompok dominan, kekuatan yang bisa menjaga nafas hidup dan merevitalisasi demokrasi adalah demos yang termanifestasi dalam berbagai gerakan sosial dan kemunculan countervailingagencies.

Dengan memaparkan perkembangan demokrasi di Indonesia, yang dalam beberapa aspek dipersandingkan dengan perkembangan global, buku ini menawarkan cara pandang reflektif atas berbagai persoalan demokrasi dan peluang untuk mempertahankannya. Demokratisasi juga perlu dilihat dalam arena yang lebih luas dari sekedar mekanisme elektoral dan institusional. Manifestasi demokratisasi (dan anti-demokratisasi) bisa terlihat di arena kebijakan dan sektor, bentuk-bentuk gerakan sosial, dan revolusi digital.

Ketika arus utama untuk menilai kualitas demokrasi dikuasai oleh cara pandang penilaian ala scorecard yang rigid dan berujung pada pemeringkatan atau kategorisasi (demokratis, semi demokratis, dan tidak demokratis), buku ini memperkaya dengan mengedepankan cara pandang trade off. Perspektif trade off menilai demokrasi secara lebih kualitatif pada aspek-aspek tertentu yang menunjukkan bagaimana kepentingan publik clikelola dan kekuasaan beroperasi. Kualitas demokrasi pada akhirnya tidak hanya berhenti pada label kategoris, namun perlu dilihat dari sisi aspek-aspek mana yang turun dan mana yang menjanjikan. Neraca kualitas demokrasi tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang konstan, namun ditentukan oleh dinamika kontestasi antar agencies dalam sistem politik dalam memperjuangkan (atau menghancurkan) demokrasi di berbagai arena kekuasaan.
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)