Para arsitek di Indonesia sering dituding terlalu berkiblat pada negara-negara Barat yang cenderung kapitalistik, berorientasi ke atas bagaikan mercusuar yang menerangi bagian kepala dan membiarkan kakinya sendiri dalam kegelapan. Para pendidik, ilmuwan dan profesional yang menyadari kekeliruan itu telah berupaya meluruskan antara lain melalui berbagai tulisan dalam buku ini. Tokoh-tokoh arsitek yang menyumbangkan pikiran mereka antara lain Adhi Moersid, Budi Sukada, Ciputra, Eko Budihardjo, Goenawan Atmosutjipto, Hasan Poerbo, Josef Prijotomo, Romo Mangunwijaya, Parmono Atmadi, Rini Sukwandi, Sidharta, Suwondo Bismo Sutedjo, Slamet Wirasondjaja, Suhartono Soesilo.