Sungguh-sungguh kita tidak memahami bahwa hakikat pemimpin itu pelayan, melayani yang dipimpin, bukan maunya minta dilayani? Buku ini antara lain, hendak membicarakan soal mengapa orang yang mengimpikan menjadi pemimpin terbayang di dalam dirinya dilayani. Mentalitas "dilayani" inilah oleh penulis dipotret sedemikian rupa, sehingga memunculkan pemimpin-pemimpin zombie yang tahu caranya berempati pada sesama, ketika rakyat adalah obyek belaka.Penulis juga memotret berbagai permasalahan sosial dan politik, yang dikemas dengan bahasa yang sederhana dan inspiratif.