Ulasan

Harganya paling mahal, tapi ceritanya paling standar. Nggak banyak aksi yang bikin "wah". Erika juga terkesan bego, which is di luar karakter banget. Saya yakin Kak Lexie masih bisa brainstorm ide yang bisa bikin Erika terpaksa mempercayai Eliza tanpa kelihatan bloon dan gampang disetir begitu. Soalnya sumpah, Erika itu jagoan banget menurut saya.
Terus... terlalu banyak muncul rahasia baru yang seharusnya bisa dicicil kemunculannya di buku-buku sebelumnya. Terlalu banyak obrolan dan ide nggak penting, kayak Nikki yang bilang Daniel anaknya Jonathan Guntur, tapi ternyata bukan. Mungkin buku selanjutnya bakal mengulas tentang ayah Daniel yang di luar negeri itu?
Minus lainnya, terlalu banyak narasi yang diceritakan secara flashback, terutama dari sudut Les, Vik, dan Daniel. Tapi giliran action... di-cut tiba-tiba. Kan antiklimaks. Well, kecuali bagian epilognya, sih. Saya salut sama Kak Lex yang berhasil bikin saya penasaran akan apa yang terjadi sama Les.
Terlalu banyak culik-culikan juga, tapi penyelidikannya sedikit. Polisi-polisinya juga, entah kenapa, kesannya lebih bego dari di buku-buku sebelumnya. Terlalu banyak momen nggak penting yang nggak terlalu berpengaruh terhadap perkembangan cerita tapi tetep diceritain, semisal pekerjaan Erika di kantor Vik. Sumpah, buku ini lebih mirip buku komedi daripada thriller, hanya saja joke-nya jayus. Asli, apa cuma saya yang merasa joke-joke di buku ini datar, tar, tar?
Memang, bagian awal bukunya terasa menyenangkan sekaligus bikin penasaran. Prolog oleh Jonathan Guntur sang ayah jagoan. Lalu Val, Rima, Putri, Aya disuruh pergi dalam suatu misi. Ditempatkan dalam satu rumah kembali. Lalu Aya yang pusing dengan dua cowok norak tapi lucu. (Anyway, PoV yang paling saya suka di sini, dan buku-buku sebelumnya, adalah Aria Topan dan Putri Badai.) Lalu misi di rumah OJ yang disentil kehadiran Damian. Premisnya keren ya? Enjoyable banget ya? Sayangnya, begitu korban pertama penjahit manusia ditemukan, wuuush, semuanya kabur begitu saja. Saya nggak mendapat apa-apa. Saya nggak mendapat apa yang saya cari: sesuatu yang lebih keren dari Kutukan Hantu Opera
|
| | Apakah ulasan ini membantu? | Ya Tidak |
|