Sinopsis
Siapa yang nggak kenal sama Evan Dimas, Maldini Pali, Hargianto, Ilham Udin Armaiyn, dan pemain timnas U-19 lainnya. Membawa nama Indonesia harum pada kejuaraan ASEAN U-19 2013. Mereka pun berhasil lolos ke Piala Asia 2014 di Myanmar. Kenapa mereka bisa berhasil menjadi pemain terbaik? Siapa di balik kesuksesan mereka? Apa yang membuat mereka bisa sukses sampai sekarang? Official Book: Timnas U-19 Garuda Jaya yang didukung oleh Ketua PSSI, pelatih timnas U-19, dan para pemain timnas U-19 ini, akan mengupas habis tentang perjalanan sukses para pemain Timnas U-19. Salah satunya, kerja keras para pemain sebelum masuk menjadi Timnas U-19. Seperti Evan Dimas yang baru bisa memiliki sepatu bola pada usia sembilan tahun. Dibeli dari hasil keuntungan sang ayah saat berjualan sayur keliling kampung. Atau, Yama yang sering diledek teman sepermainannya, karena waktu kecil tidak memiliki sepeda. Ia hanya menumpang setiap kali ingin bermain bola. Dan yang lucu, Febly mengaku terinspirasi jadi pesepak bola karena terinspirasi dari cerita Kapten Tsubasa Ozora, tokoh komik fiksi asal Jepang. Ajaibnya lagi, Indra Sjahfrie pernah mendapat saran dari tukang ojek yang memberi tahu ada pemain bagus di Ngawi, Jawa Timur, yaitu Sahrul Kurniawan. Akhirnya, Sahrul pun masuk dalam timnas. Selain cerita perjalanan sukses para pemain, Official Book: Timnas U-19 Garuda Jaya akan mengupas secara tuntas tentang biografi singkat dan keluarga pemain timnas U-19, orang-orang di balik kesuksesan timnas U-19, metode pelatihan yang digawangi Indra Sjahfrie dan official tim, quotes sukses dari para pemain, dan fakta-fakta ter-update tentang para pemain. Tak hanya itu, foto-foto dalam buku ini pun eksklusif. Plus, bonus poster pemain timnas U-19.
Tentang Penulis:
Andibachtiar Yusuf, filmmaker dan penganut sepak bola yang lahir di Jakarta 15 Januari 1974, menghabiskan pendidikan dasarnya di Jakarta. Lalu, ia mengenyam pendidikan Jurnalistik di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Lepas kuliah, ia hanya sebentar menjadi wartawan untuk kemudian berkecimpung di dunia periklanan sebagai copywriter.
Empat tahun menjadi jurnalis dan copywriter, tidak menyurutkan Yusuf dalam pencarian jati dirinya. Ia lalu mencoba dunia yang dicintai sejak kecil, yaitu sinema dan sekaligus mencoba peruntungan untuk menjadi pengulas sepak bola di televisi nasional. Karya pendek pertamanya Hardline (2005) membawa dirinya ke Berlinale Talent Campus sekaligus menjadikan film itu sebagai Official Element of World Cup 2006 di Jerman. Sejak itu, Yusuf memastikan hasrat besarnya untuk menjadi sineas sekaligus menyelami dunia sepak bola yang faktanya lebih besar dari permainan 45 x 2 menit dan lapangan seluas 85 x 110 meter.
Karya-karya sinemanya rilis secara komersil, seperti The Jak (2007), The Conductors (2008), Romeo Juliet (2009), Hope (2010), dan Hari Ini Pasti Menang (2013). Karyanya ini, tak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga di banyak festival film ataupun jaringan sinema mancanegara.
Saat ini Yusuf sedang menyiapkan film ke-6 nya sekaligus novel pertamanya.
Eko Priyono, lahir di Jakarta 3 April 1987. Lulusan IISIP Jakarta tahun 2009 dari jurusan Jurnalistik ini, sudah mendalami bidang penulisan olahraga sebelum menyelesaikan skripsinya. Sampai sekarang, rutinitas tersebut berlanjut karena ia tengah menekuni karier di dunia media.
Penikmat sepak bola, film, dan hiking ini terus aktif menulis, khususnya seputar sepak bola nasional. Ia sempat meraih penghargaan, salah satunya peringkat dua Lomba Karya Jurnalistik bertema 'Coca-Cola, Sepak Bola, Piala Dunia FIFA' dengan judul tulisan, "Man, Alone, Has the Power to Transform", pada tahun 2010.
Kumpulan profil pemain timnas Indonesia U-19 adalah buku pertamanya yang ditulis bersama Andibachtiar Yusuf. Eko, saat ini berdomisili di Jakarta.