Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Sosial & Politik    Sosial

Negeri Tanda Tanya?

Berat 0.32
Tahun 2012
ISBN 9789795935728
Penerbit Kesaint Blanc
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Sinopsis

Negeri Tanda Tanya​ adalah catatan ​harian bertemakan ​sosial-politik ​Indonesia dari ​kacamata seorang ​aktivis HAM. ​Catatan harian ​dengan isu yang ​beragam ini, mulai​ dari praktik ​intoleransi ​beragama, kasus ​pembunuhan aktivis ​HAM Munir, ​penyalahgunaan ​kekerasan oleh ​aparat negara, ​sengketa lahan ​warga vs negara, ​dan lain-lain, ​merupakan kritik ​sosial terhadap ​carut-marut ​keberlangsungan ​negeri ini. ​Sebagai sebuah ​'buku harian' yang​ terfokuskan ini, ​buku ditulis ​dengan gaya bahasa​ yang mudah ​dicerna awam ​sekalipun, dan ​fokus terhadap ​inti ​permasalahannya. ​ Dalam konteks ​tersebut, penulis ​memiliki idealisme ​bahwa ​nation-building ​kita terbangun ​dari kesadaran ​tanpa henti ​rakyatnya atas ​isu-isu yang ​menjadi wacana dan​ tontonan publik ​hingga tahun ​2011-2012. Wacana ​seputar kekerasan ​polisi yang ​berujung pada ​penderitaan ​masyarakat, ​pergolakan di ​Papua yang ​menyebabkan banyak ​warga dan aparat ​yang tewas, kasus ​intoleransi umat ​beragama yang ​terus terjadi, ​pelanggaran HAM ​masa lalu yang ​terabaikan oleh ​negara, hingga ​moralitas yang ​terabaikan (hyper ​morality), menjadi ​fokus ​pembahasannya. ​Penulis memberikan ​kritikan membangun ​dan rekomendasi di​ setiap isu yang ​ada tersebut, ​yaitu tentang ​pentingnya peran ​elemen ​civil-society demi ​mencari jalan ​keluar atas ​banyaknya persoalan​ yang menghantui ​bangsa Indonesia, ​serta tidak ​bergantung dari ​inisiatif ​pemerintah ​Indonesia semata ​yang tidak lepas ​dari kepentingan ​politis. Pesan ​moral dalam buku ​ini juga mengajak ​semua elemen ​bangsa Indonesia ​untuk tidak ​tinggal diam dalam​ menyikapi segala ​permasalahan ​kebangsaaan yang ​ada, atau ​setidaknya ​menghindarkan kita ​dari 'kebiasaan ​lupa' dengan ​senantiasa ​membangun kesadaran​ berbangsa dan ​bernegara yang ​kritis.
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)