Suatu model baru dalam teologi Kristen, model pluralisme, sedang terbentuk. model ini meninggalkan model eksklusivisme (Kristen sebagai agama terbaik) serta beralih menuju suatu pandangan pluralistis. Model ini tidak saja melampaui sikap "sekedar toleran" terhadap umat beriman dari tradisi lain, tetapi juga mencari jalan untuk mengakui kemungkinan adanya banyak agama yang sama-sama sahih. Buku yang berisi hasil kajian para pakar teologi, agama, dan filsafat ini -Protestan dan Katolik, laki-laki dan perempuan, dari Timur dan Barat, dunia pertama dan dunia ketiga- mencoba menerlusuri model baru tersebut.