Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Biografi & Memoar    Seniman & Atlet

Manisnya Ditolak

Berat 0.50
Tahun 2004
Halaman 298
Ukuran 15 x 23 cm
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Sinopsis

Sebuah autobiografi telah diterbitkan lagi, memperkaya khazanah perpustakaan kita. Kali ini penulisnya bukan seorang tokoh politik, tetapi seorang seniman, seorang penyanyi, seorang entertainer plus yang namanya sudah kondang: Kris Biantoro. Saya memberinya sebutan entertainer plus karena dalam setiap penampilannya sebagai penyanyi, pemandu acara, atau entertainer, saudara Kris Biantoro selalu memberikan nuansa semangat cinta Tanah Air dan Bangsa.
-M. Jusuf Ronodipuro


Manisnya ditolak ditulis sebagai wujud tanggung jawab Kris Biantoro kepada bangsa dan negaranya serta rasa kasih sayangnya kepada generasi penerusnya. Secara gamlang ia paparkan pengalamannya, dengan harapan semua kepahitan ini tidak dialami generasi penerusnya. Saudara Kris juga mengingatkan bahwa setiap warga negara bukan saja mempunyai HAK, tetapi juga mempunyai TANGGUNG JAWAB. Semoga Manisnya Ditolak akan menjadi bahan renungan generasi penerusnya.
-Ali Sadikin

Saat membaca memoar Saudara Kris Biantoro yang budiman, saya terus terpukau. Saya membacanya dari awal sampai habis tanpa putus. Ini menandakan, dari sudut isi, ceritanya amat menarik dan asli. Rasanya belum ada, atau jarang, orang yang menulisnya secara polos tentang dirinya sendiri seperti yang dilakukan Kris Biantoro.
-Herman S. Soediro

Mas Kris sangat rajin bergiat sebagai petugas Atase Kebudayaan KJRI di Sydney, dan setiap kali ada pertemuan orang Indonesia, ia selalu hadir dengan gitarnya... Kami mahasiswa sangat tertarik bukan kepada nyanyiannya, tapi juga kapada ceritanya tentang perjuangan revolusi... Mas Kris betul-betul mempunyai kemampuan menghidupkan sejarah Indonesia yang kami pelajari dalam kuliah.
-Ron Witton

Saya berawal dari generasi masa kini yang akrab dengan masalah provokasi dan perpecahan. Saya sungguh berharap dua hal itu tidak dipicu oleh penerbitan buku ini. Semoga yang timbul bukan kontroversi tapi justru intropeksi serta inspirasi untuk menyatukan setiap lapis generasi dalam jagad seni negeri ini. Cuma itu yang diinginkan Om Kris.
-Peggy Melati Sukma
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)