Sinopsis
Ia dilahirkan pada 1943 di Serville Palace, kota yang tidak jauh dari Dublin, Irlandia. Dalam benak Carolus kecil sama sekali tak pernah terbayang bahwa ia akan hidup dan berkarya di Indonesia sebagai seorang pastor. Tahun 1983, Romo Carolus resmi diterima sebagai warga negara Indonesia. Melalu karya pendidikan, kesehatan, bahkan hingga pendampingan narapidana, satu hal yang ingin ia perjuangkan bahwa “Allah mengasihi tanpa batas, tanpa syarat”. Bahkan, karena kedekatannya dengan saudara-saudara Muslim, ia mendapat julukan unik: “Kiai Carolus”.
Karya sosial kemanusiaan Romo Carolus dipersatukan oleh kecintaan yang mendalam dan tulus terhadap kemanusiaan dan merupakan upaya sadar mendidik masyarakatnya dalam semangat kebhinnekaan. Sosok Romo Carolus kembali menyuntikkan harapan bahwa Indonesia masih tetap akan ada, setidaknya sehari sebelum kiamat!
—Ahmad Syafii Maarif, pendiri MAARIF Institute for Culture and Humanity
Ia menjadi motivator sekaligus bagian dari masyarakat. Ia tidak hanya berkarya dengan tinta, tetapi dengan tetes keringat. Ia turun dan bertemu langsung dengan masyarakat ketika ikut membangun beberapa desa di Kabupaten Cilacap.
—H. Tatto Suwarto Pamudji, Bupati Cilacap
Romo Carolus memberi gambaran mengenai model kiprah ‘kerja yang menyejahterakan semua’ dengan menyentuh aspek lingkungan hidup, nilai-nilai inklusivitas, pemberdayaan masyarakat, dan perwujudan iman.
—Mgr. Julianus Sunarka SJ, Uskup Purwokerto
Menelusuri kembali kiprah Romo Carolus melalui lembaran buku ini akan membantu Anda memahami serta mendalami nilai-nilai humanis yang diperjuangkannya. Baca buku ini, perjuangkan mimpi Anda, dan berkaryalah untuk negara kita tercinta, Indonesia. Pasti Bisa!
—Merry Riana, motivator dan tokoh dalam biografi mega best-seller Mimpi Sejuta Dolar