"Yang tidak ada kelihatan. Jadi, tuhan tida ada karena Ia Tidk kelihatan. "Pernyataan ini disebut paralogis (fallacy), yaitu pemikiran yang sesat. Berbeda dengan sofisme yaitu pikiran yang sengaja disesatkan. Umpama iklan obat yang berbunyi: semua juara lomba makan Panavit. Inilah sebagian bahasan yang terdapat dalam buku Logika Keilmuan yang disusun oleh Drs. Hidanul Ichwan Harun, seoran gdosen dengan pengalaman memberi kuliah lebih dari dua puluh lima tahun. Bahasan lain adalah bagaimana kita memperoleh kebenaran yang bersifat qath'i (pasti) dan kebenaran yang bersifat zhanni (probabilitas). Juga dapat dipahami perbedaan antara kebenaran filosofis (ontologis), kebenaran ilmiah (epistemologis) dan kebenaran moral (aksiologis). Buku ini niscaya dibutuhkan oleh mereka yang bergelut dalam dunia ilmiah yang senantiasa dituntut untuk bernalar secara logis, yakni benar, tepat, runtut, dan sahih, terbebas dari berbagai macam sesat pikir.