Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Sejarah, Budaya & Filsafat    Filsafat

Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming: Penjual Minyak Memenangkan Cinta Ratu

Berat 0.68
Tahun 2011
Halaman 268
Ukuran 15 x 23 cm
ISBN 9789792261783
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Sinopsis

Berkat ketulusan cintanya, seorang penjual minyak berhasil meraih cinta seorang perempuan cantik yang menjadi idola di sebuah daerah bernama Danau Barat. Inilah tema utama dari cerita pendek Penjual Minyak Memenangkan Cinta Ratu Bunga yang hadir bersama 13 cerita lainnya di buku ini.

Keseluruhan cerita pendek di buku ini bagian dari Kisah-Kisah untuk Menyadarkan Dunia yang aslinya berjudul Xingshi hengyan, ditulis oleh Feng Menglong dan diterbitkan pertama kali di Suzhou pada 1627. Total ada 40 cerita pendek dalam Xingshi hengyan yang diterbitkan dalam tiga volume. Seluruh kisah ini diterjemahkan Shuhui dan Yunqin Yang yang sebelumnya telah menerjemahkan kumpulan kisah Feng Menglong lainnya, yaitu Kisah-Kisah Lama dan Baru (Gujin xiaoshuo; 1620 atau 1621) atau yang juga dikenal sebagai Petunjuk Bagi Dunia (Yushi mingyan), dan Kisah-Kisah untuk Memperingatkan Dunia (Jingshi tongyan; 1624). Kedua kumcer tersebut sudah diterbitkan dalam bahasa Indonesia.

Kumcer pertama, Gujin xiaoshuo atau Yushi mingyan, terbit dalam dua volume.
+ Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming: Bertemunya Kembali Naga dan Harimau
+ Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming: Zhang Shunmei Bertemu Gadis Cantik di Festival Lentera

Kumcer kedua, Jingshi tongyan, diterbitkan dalam dua volume.
+ Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming: Kisah Belut Emas
+ Kumpulan Kisah Klasik Dinasti Ming: Kaisar Taizu Menyelamatkan Si Jelita Jingniang

Feng Menglong (1574-1646) adalah pakar nomor satu sastra populer pada zamannya, dan terkenal lewat tiga kumpulan cerpen yang secara kolektif sering disebut Sanyan.
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)