Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Novel & Sastra    Sastra & Cerpen

Kolecer dan Hari Raya Hantu

Berat 0.33
Tahun 2017
Halaman 236
ISBN 9786024020927
Penerbit Qanita
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Sinopsis

“Moi, kamu mau melihat hantu?”
“Caranya?”
“Kamu berjongkok memanggul tampah di kepala, di pinggir jalan tak jauh dari kuburan. Jangan lupa bakar kertas-kertas sembahyang, sediakan daun teh kering, serta tiga atau lima cangkir arak putih. Kamu tunggui mereka lewat. Ingat baik-baik, apa pun yang terlihat mata, kamu jangan menjerit atau tak bergeming. Hanya boleh diam sampai pesta mereka usai.”

*
Kolecer dan Hari Raya Hantu, sekumpulan cerita pendek dari sebelas penulis kenamaan Indonesia. Menghadirkan berbagai tema seperti cinta, pengkhianatan, dendam, amarah, pembunuhan, dan kelicikan yang sering menjadi masalah dasar manusia—dari suku, agama, dan bangsa apa pun. Dalam kumpulan cerita pendek ini, sastra dan sejarah dikemas secara apik, memunculkan wajah asli dari pelbagai tradisi di Indonesia. Inilah kisah-kisah eksotisme Nusantara, sekaligus pintu masuk untuk memahami keindonesiaan yang multikultur.

*
Membaca kumpulan cerita yang khas kedaerahan dan lokalitasnya berikut ini, mau tak mau meminta kita merenung. Tidakkah kehidupan manusia, di mana pun, kapan pun, akan selalu merujuk pada kerinduannya akan kebahagiaan?
—Prof. Riris K. Toha-Sarumpaet, M.Sc., Ph.D., Ilmuwan Sastra dan Guru Besar FIB UI

Antologi ini menyajikan warna lokal yang khas dan mewartakan potret sosial dalam narasi yang memukau. Panorama itu laksana berada di antara garis tipis fakta dan mitos—yang kerap dituding irasional bagi masyarakat Barat dan ditempatkan dalam wilayah supernatural.
—Maman S. Mahayana, Kritikus Sastra dan Dosen Tamu Hankuk University, Korea

Perasaaan, pikiran, permainan emosi, dan pergolakan batin dapat kita terka dari kalimat dan tindakan para tokoh yang mengisi dunia fiksi dalam kumcer ini. Di sinilah, justru pembaca mempunyai ruang yang luas untuk mencoba menginterpretasikan muatan moral yang ingin disampaikan para penulisnya. Bravo Sastra Indonesia!
—Arif Gumantia, Ketua Majelis Sastra Madiun

Kearifan lokal selalu menarik untuk disimak, apalagi kalau sudah terbingkai dalam kumpulan cerita beraroma sastra. Hmm ..., nikmat!
—Defi Laila Fazr, Blogger dan Penikmat Sastra
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:

Buku Sejenis

Max Havelaar
Multatuli
Aku ini Binatang Jalang
Chairil Anwar
La Galigo: Menurut Naskah NBG 188 (3)
Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa
Tidak Ada Esok
Mochtar Lubis
Excor Legacies: Concealed Society
Maharanty Athena
(Kembali Ke Atas)

Riwayat Penelusuran Anda (2 Produk Terakhir yang Baru Anda Lihat)

Bersihkan Riwayat
My Cup of Tea
Sistem Sanksi dalam Hukum Pidana
Jangan Tampilkan Lagi