| Tweet |
|
|
|||||||||||||||||||||
Melangkahkan kaki ke duinia masyarakat terbuang yang hidup di negara berkaki burung dalam narasi Hamsad Rangkuti bukanlah seperti menyaksikan mereka dari balik kaca jendela taksi atau mobil pribadi.
Realisme Hamsad Rangkuti sigap menyeret siapapun yang membacanya merasa benar-benar menjadi bagian dari dunia para pengemis dan gembel yang hidup di perempatan lampu merah dan tidur di gubuk-gubuk pinggir rel kereta.
Saking detail deskripsi Hamsad Rangkuti, suasana dalam novelnya hampir menjadi sebentuk hiper-realisme.
Ana Filomena Amaral | Tere Liye | Rizki De | Nawal El-Saadawi | Raditya Dika |
Riwayat Penelusuran Anda (1 Produk Terakhir yang Baru Anda Lihat) | Bersihkan Riwayat | |
Jangan Tampilkan Lagi |
||