Untuk berani menyatakan secara gamblang dan jujur bahwa kesalahan adalah kesalahan, sungguh sangat sulit di negeri tercinta ini! Teramat sulit, sekalipun di antara sesama pelayan firman—baik itu pendeta, penatua, penginjil, diaken, guru Sekolah Minggu maupun guru agama, bahkan di antara para teolog. Jadi jelas, para pelayan firman sungguh-sungguh dituntut oleh salibnya untuk wajib santun, lugas, giat, mantap, rela, dan welas asih.