Novel ini adalah adaptasi dari film "Iqro: Petualangan Meraih Bintang", sebuah drama religi yang diproduksi Masjid Salman ITB dan Salman Film Academy. Film ini disutradarai oleh Iqbal Alfajri.
Sinopsis :
Aqila adalah anak yang sangat gandrung pada sains namun kurang berminat belajar Al-Qur’an. Kakek Aqila adalah seorang astronom yang tinggal di Observatorium Bosscha. Suatu kali, Aqila ditugasi guru sekolahnya membuat laporan tentang Pluto, apakah ia masih termasuk planet atau bukan? Karena itu, Aqila merengek meminta izin kakeknya menggunakan teropong utama di Bosscha untuk melihat Pluto. Kakeknya bersedia dengan satu syarat: Aqila harus bisa membaca Al-Qur’an. Aqila pun menyanggupinya. Padahal sebenarnya kakeknya sedang dilanda kegalauan karena lokasi Bosscha terancam ditutup akibat polusi cahaya yang semakin meningkat. Saat di rumah kakeknya, Aqila bertemu Kak Raudhah (mahasiswi kakeknya) dan Ros, anak dari pembantu kakeknya. Ros dan Raudhah mengajaknya bermain di sebuah masjid. Di masjid inilah Aqila belajar membaca Al-Qur’an dengan metode Iqro yang fun. Pengalaman di Bosscha dan masjid dekat rumah kakeknya ini membuka mata Aqila tentang kebesaran Allah Swt. yang menciptakan alam semesta. Namun, akankah Aqila mendapat kesempatan meneropong Pluto? Bagaimana pula dengan nasib Bosscha? Temukan jawabannya dalam novel ini.