Dalam suasana kebhinekaan bangsa Indonesia, sebenarnya Pancasila dapat menjadi payung bersama dari semua aspirasi dan kepentingan rakyat Indonesia, apapun latar belakang politiknya. Inilah pengertian dan fungsi asli dari Pancasila yang dirumuskan oleh The Founding Fathers kita. Namun sejalan dengan Politik Penyeragaman Orde Baru, Pancasila kemudian menjadi Instrument Hegemoni dan Ideologi Korporatisme Stute terhadap Society. Terjadilah kemudian perang klain dan Kontra-klain yang muaranya berakhir pada wacana anti-antian: anti-Pancasila, anti-Pembangunan, dst.
Persis pada titik ini Muslim Indonesia berkepentingan untuk meresponsnya karena masalahnya telah bersinggungan dengan dasar kepercayaan Islam (Tauhid).
Bagaimana gambaran selengkapnya, dapat kita ikuti dari seluruh pembahasan buku ini.
* Bab I. Respons dan Penerimaan Umat Islam terhadap Pancasila Sebagai Dasar Falsafah dan Ideologi Negara * Bab II. Respons Umat Islam dan Penerimaan terhadap Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila * Bab III. Respons dan Penerimaan Pancasila Sebagai Asas Tunggal Bagi Semua Partai Politik dan Organisasi Massa & nbsp; * Bab IV.Kesimpulan