Dikirim 2-5 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)
Sinopsis
Keriuhan politik terjadi sebelum, menjelang dan pasca pemilu diselenggarakan. Media cetak dan online serempak menampilkan wajah-wajah penuh senyum manis yang berusaha merebut simpat rakyat (pemilih), hingga pada akhirnya pemilu umumnya tidak selesai dipengumuman KPU namun dilanjutkan (sengketa) di Mahkamah Konstitusi (MK). Begitulah demokrasi konstitusional bersistem, namun perspektif lain berkata bahwa “itu wajar karena menyangkut hajat rakyat”.
Dalam catatan dinamika pemilu, partai politik justru menjadi aktor penting dalam melahirkannya keriuhan tersebut. Maka, sistem pemilihan yang didasarkan atas moralitas dan etika menjadi sangat penting, partai politik harus kembali kepada kewajibannya yaitu memberikan pendidikan politik bagi calon pemilih dan calon yang didukung (kandidatnya).
Sehingga, proses-proses penyelenggaraan pemilu benar-benar sesuai dengan harapan rakyat. Selain itu, penegakan hukum bagi yang melanggar tetap ditegakkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan juga penegakan etik oleh Dewan Kehormatan Pengawas Pemilu (DKPP) harus dilakukan. Dengan demikian, maka penegakan demokrasi konstitusional akan terjadi dan melahirkan para pemimpin yang menjadi harapan rakyat.
BAB 1 PENDAHULUAN 1
Pengertian Pemilu
Tujuan dan Fungsi Pemilu
Lembaga Penyelenggaraan Pemilu
Urgensi Etika Pemilu
BAB 2 PARTAI POLITIK DAN PENDIDIKAN POLITIK 57
Sejarah Partai Politik
Sejarah Partai Politik di Indonesia
Partai Politik Pasca-Reformasi
Prosedur Pembentukan Partai Politik
Tujuan Berdirinya Partai Politik
Keuangan Partai Politik
Pendidikan Politik
BAB 3 SEJARAH PEMILIH AN UMUM DI INDONESIA 93
Sejarah Pemilihan Umum
Pemilu Masa Orde Lama
Pemilu Era Orde Baru
Pemilu Pasca Reformasi
BAB 4 LEMBAGA PENYELENGGARA PEMILU 127
Lembaga Penyelenggara Pemilu
Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP)
BAB 5 TAFSIR KONSTITUSI TERHADAP PEMILU 159
Metode Tafsir Terhadap Pemilu
Konsep Pemilu Legislatif dalam UUD 1945
Problematika Pemilihan Legislatif
Sengketa Hasil Pemilihan Umum Legislatif