Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Biografi & Memoar    Biografi

Grand Old Man of The Republic: Haji Agus Salim dan Konflik Politik Dalam Sarekat Islam

Oleh Suradi
Berat 0.33
Tahun 2014
Halaman 168
ISBN 9786021634110
Sinopsis          Buku Sejenis
 
Stok Sedang Kosong
Stok Buku sedang kosong. Apakah Anda ingin diberitahu pada saat stok sudah tersedia?

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Partai Syarikat Islam Indonesia
Valina Singka Subekti
Rp70.000

Sinopsis

Bayangkanlah, apakah yang akan dikatakan Agus Salim ketika ia berhadapan dengan dilema, yang akhirnya menentukan ia memilih politik ko-operasi, bahwa strategi partai-partai yang "bekerja sama" itu sama sekali tidak mendapat tanggapan apa-apa dari pemerintah kolonial?

Dan, ketika radio Bandung mengakhiri siarannya yang terakhir karena kedatangan tentara Jepang, sang penyiar dengan nada sendu berkata, "Vaarwel, tot betere tidjen". Tetapi waktu yang lebih baik itu tak akan pernah kembali.

Periode akhir dari "zaman Kolonial" adalah saat "bertepuk sebelah tangan" dan ketika hasrat kerja sama anak jajahan dianggap sebagai permintaan anak kecil yang tak perlu diladeni. Mestikah diherankan, kalau kemudian di tahun 1945 Belanda yang ingin kembali, harus menemukan kenyataan bahwa "tempo doeloe" tak akan kembali lagi. Zaman "normal" pun telah berakhir selama-lamanya.

Tidak ada tokoh yang menjalani lingkaran dari ko-operasi kembali ke ko-operasi ini seutuhnya selain dari Haji Agus Salim. Dalam sejarah Indonesia ia dikenang sebagai pemikir Islam, tokoh pergerakan; dan, barangkali yang akan selalu melekat pada dirinya sepanjang sejarah sebagai "Grand Old Man of The Republic", karena perannya dalam sejarah Revolusi kemerdekaan (1945-1949).
(Kembali Ke Atas)
Advertisement:
(Kembali Ke Atas)