Sinopsis
Gagasan-gagasan para filsuf modern itu kerap tidak nyaman di telinga para penjaga status quo: kedengaran `subversif` bagi rezim politis, `bidaah` bagi ortodoksi agama, dan `sinting` bagi mediocrity. Namun merekalah yang membuka jalan bagi kebebasan berpikir. Tanpa mereka kiranya orang tak pernah berani secara rasional mendekati misteri manusia, masyarakat, dunia, dan tuhan seperti yang kini berkembang dalam berbagai ilmu modern.
Sains, teknik, ekonomi kapitalistis, negara hukum dan demokrasi modern berpangkal dari sebuah pemahaman filosofis yang lalu menjadi elemen modernitas kita, yakni: subjektivitas (rasionalitas), idea kemajuan (the idea of progress), dan kritik. Para filsuf modern mengembangkan ketiga elemen kesadaran modern itu dalam berbagai ajaran, mulai dari humanisme Renaisans, rasionalisme, empirisme, kritisisme, idealisme, materialisme,
romantisme, dan positivisme. Dilengkapi dengan catatan pinggir, kata-kata mutiara, cuplikan teks orisinal, bagan, toto, lukisan
Daftar Isi
Bab 1 Awal Zaman Modern dan Semangat Filsafat Modern
Bab 2 Para Pendobrak di Ambang Modernitas
Bab 3 Di Fajar Rasionalisme Modern
Bab 4 Para Perintis Empirisme Modern
Bab 5 Optimisme di Zaman Fajar Budi
Bab 6 Sintesis Rasionalisme dan Empirisme
Bab 7 Bangkitnya Idealisme Jerman
Bab 8 Kelahiran Positivisme
Bab 9 Menggugat Idealisme
Bab 10 Ke Perbatasan Modernitas