Eleanor !!! Tatap mataku !!! Robert berteriak kesetanan. Pistolnya teracung ke arah kepala Eleanor. Perlahan Eleanor mendongakkan kepalanya. Memaksakan keberaniannya untuk menatap Robert. Tepat ketika kedua mata mereka bertemu, bunyi letusan kembali terdengar. Sebuah lubang terbentuk tepat di antara kedua mata cantik Eleanor. Eleanor terjengkang ke belakang. Dia tewas seketika dengan lubang peluru di kepala. Robert terpaku di tempatnya. Kemarahan yang luar biasa membuat tubuhnya serasa melayang. Pikirannya kosong sekarang. Di sudut kamar yang lain, Sastro Pencor menggigil ketakutan. Tangannya mendekap dimulut seorang bocah kecil berusia tidak lebih dari sepuluh tahun. Pada titik tertentu, ketika Robert masih terpaku pada dunianya sendiri, Sastro Pencor memutuskan untuk berjalan mengendap menuju pintu keluar. Robert belum menyadari kehadiran Sastro Pencor dan anak kecil itu. Dia baru menyadarinya ketika mendengar suara berat pintu yang tertutup. Robert memburu kearah suara pintu tetapi terlambat. Karena dia segera mendengar suara pintu terkunci dan gemerincing gembok. Sia - sia saja dia menghamburkan pelurunya menembaki pintu tebal kamar. Sekarang dia terperangkap didalam kamar rahasia itu, bersama tiga mayat yang baru dibunuhnya. Di masa depan, vila Van Der Sneijder akan menjadi tempat bagi banyak pembunuhan dan pertarungan bagi jiwa - jiwa yang sakit.