| Tweet |
|
|
|||||||||||||||||||||
Bones yang malang adalah seekor keledai yang terlantar, sakit, kelaparan, dan terjebak di salju dengan cuaca yang sangat dingin. Melihat Bones terlukai tak berdaya, Carly berlari menghampirinya. Ia lupa pada pesan ayahnya agar tidak terburu-buru mendekati keledai itu. Sambil memandang ke arah kerumunan anak laki-laki, ia berteriak, "hentikan...! Hentikan tindakan kaliapn padanya...! Namun, kaki Carly terpeleset dan ia terjatuh di atas salju.
Singkat cerita, Bones yang malang akhirnya diselamatkan dan dirawat dengan penuh kasih sayan. Berkat perawan yang penuh dengan cinta dan kasih yang tulus, keledai itupun pulih dan sehat kembali. Keledai itu sekarang sudah bisa duduk, mengangkat kepalanya, dan memperhatikan keadan sekitarnya. Ia sudah tidak diinfus lagi dan sudah bisa minum dengan mulutnya. Carky mengambil segenggam jerami dari karung yang teronggok di samping pintu ruang cuci dan menawarkannya pada Bones. Ia menggitnya perlahan dan mengunyahnya dengan gigi-giginya yang besar dan berwarna kuning.
Inilah sebuah cerita tentsng kasih sayang dan cinta tulus yang mampu menyembuhkan penyakit yang sudah parah sekalipun. Dedikasi tulus para penyayang binatang yang luar biasa layak ditiru dan diteladani.
Redi Panuju | Junaedi Setiyono | George Orwell | Sindhunata | Sabrina Maidah |
Riwayat Penelusuran Anda (4 Produk Terakhir yang Baru Anda Lihat) | Bersihkan Riwayat | ||||
Jangan Tampilkan Lagi |
|||||