Sinopsis
Selama ko-ass, aku harus menghadapi macam-macam tingkah pasien. Dari mulai pemarah, pemalu, periang, penggerutu, mirip cerita Smurf-lah. Aku pernah dapet pasien preman, tiap mau aku suntik pantatnya dia pasti mengancam, “Awas kalo sakit ya Dok! Kutonjok kau!”.
Ada juga pasien yang hobi banget menjodoh-jodohkan anaknya sendiri, “Dokter, ini anak saya mau kenalan, ini namanya Sari. Anak saya cantik ya Dok, seumuran Dokter lagi! Dulu dia laki-laki, sekarang udah perempuan kok Dok.”
Gimana aku gak stress?
“KOAAAAS!!!! PASIEN BARUUU!” teriak seorang suster.
“Iya tau,” kataku sedikit ngedumel.
“Pasien apa, Sus?”
“Minum racun serangga,” jawab suster itu.
Lalu aku memperhatikan wajah lemah pasien yang masih setengah sadar itu. “Heh! Nih kan cewek, kok masuk ke bangsal cowok?” tanyaku heran sambil memperhatikan kembali pasien di atas brangkar.
“Eemmm,” tiba-tiba suster itu membisikkan sesuatu ke telingaku, “pasiennya waria. Banci!”
Ferdiriva Hamzah bukanlah calon dokter lagi, melainkan udah dokter beneran. Dalam buku Cado-Cado : Catatan Dodol Calon Dokter, kamu akan menyimak 14 pengalaman lucu Riva sewaktu menjalani koass atau pendidikan lanjut mahasiswa kedokteran dulu. Dari mulai dijebloskan ke ruangan penuh orang sakit jiwa sampai gemeteran merawat pasien waria.
Ulasan
menurut saya, buku ini betul-betul sangat menarik :D
Buat calon mahasiswa kedokteran, atau yang sekarang menjadi mahasiswa kedokteran, buku ini sangat cocok karena yakin dan percaya, buku ini memberikan gambaran koass yang sesungguhnya, dtambah lagi ada campuran homur yang bikin kita ngakak :D
selain itu, buat dokter2, buku ini juga sangat cocok untuk mengingat masa-masa koass yang menyenangkan sekaligus melelahkan. :D pokoknya bukunya itu sangat menarik :D hehehehe
|
| | Apakah ulasan ini membantu? | Ya Tidak |
|