"Seandainya kamu berlutut sekali pun di hadapanku, aku takkan menarik kembali tuntutanku!" "Jadi aku tidak ada artinya dihadapanmu?" " Kamu masih menganggap dirimu berarti?" " Benarkah tak dapat lagi kuperoleh ampunmu dengan apa pun juga?` "Pikirmu apa yang masih kamu miliki ? Kamu Jual dirimu pun tak dapat lagi kamu beli maafku! Harga maafku adalah harga sebuah nyawa !" Dua puluh tahun lamanya cemeti dendam mencabik-cabik cinta mereka. Ternyata bilur-bilur penyesalannya bukan hanya menyiksa mereka berdua…….