Sinopsis
Namaku Happy, dan seperti harapan saat orangtuaku memberi nama ini, semestinya aku orang yang selalu bahagia.
Aku mencintai sahabatku melebihi segalanya, termasuk diriku sendiri. Tapi, tak pernah bisa mengungkapkannya. Aku takut persahabatanku lenyap, hanya karena satu kata itu; cinta.
Dan, ketika ia memintaku untuk melamarkan kekasihnya yang juga sahabatku, entah kenapa hatiku perih, seperti tertusuk pisau karatan dengan perlahan, lalu menghujam di ulu hati yang terdalam.
Langit Jakarta, Kota Batu di Malang, dan sungai Chou Praya Thailand mungkin bisa jadi obat bagi sakit ini.
Aku yakin hanya jarak dan waktu yang akan menyembuhkan.
Tapi, haruskah aku melupakan cinta ini?
***
"Making choice for your own heart is never easy.Novel yang akan membuatmu larut mengikuti perjalanan seorang Happy, sambil berharap sebuah akhir bahagia."
—WITRA ASLIGA, SUTRADARA FILM 3SUM
"First lovebukan cuma tak terlupakan, tapi juga yang paling berkilau di hati. Abbas membuat kita bertanya:what is the best thing for us?"
—ADI NUGROHO, PENULIS SKENARIO KULDESAK DAN RUANG
"Gaya bahasa Abbas sangat khas, dan kocak. Seperti diajak mengenal dunia baru lewat jalan yang berbeda."
—TYAS EFENDI, PENULIS NOVEL DANCE FOR TWO