Sinopsis
“Aku seorang ahli pedang. Dan aku piawai dalam urusan maut. Aku tidak bangga akan kemampuanku. Sekadar, aku pandai melakukannya.”
1735, London. Haytham Kenway telah diajari cara menggunakan pedang sejak tangannya cukup besar untuk menggenggam senjata. Ketika rumah keluarganya diserang—ayahnya dibunuh dan kakak perempuannya diculik oleh pria-pria bersenjata—Haytham melindungi keluarganya dengan satu-satunya cara yang dia bisa: dia membunuh.
Karena keluarganya hancur, dia dibawa oleh seorang tutor misterius yang melatihnya untuk menjadi pembunuh mematikan. Dalam keadaan haus untuk membalas dendam, Haytham memulai misi pembalasan. Dia tidak memercayai siapa pun dan mempertanyakan apa pun yang diketahuinya.
Persekongkolan dan pengkhianatan mengepungnya saat dia terseret ke dalam pertempuran antara Assassin dan Templar yang sudah berlangsung selama berabad-abad.
Tentang Penulis
Oliver Bowden adalah nama pena Anton Gill, seorang penulis novel dan sejarawan renaisans yang dilahirkan di Ilford, Essex, Inggris. Ia menulis sejak 1984 dan selama sekitar 27 tahun telah menghasilkan 35 buku. Inspirasi dalam menulis dan mengembangkan karakter dalam novel-novel Assassin’s Creed didapatnya dengan memainkan versi game-nya. Oliver Bowden bermukim di Paris, Prancis.
Tentang Penerjemah
Melody Violine kali pertama mengenal dunia penerbitan lewat novel remajanya, Behind the Scenes Story, yang terbit pada tahun 2006. Sejak itu Melody terlibat dalam produksi puluhan buku sebagai penerjemah, penyunting, atau pemeriksa aksara. Selain serial Assassin's Creed, sebagian terjemahan Melody untuk Fantasious dan Ufuk Publishing House adalah City of Bones, The Summoning, Pinkalicious, dan Eden in the East. Sekarang Melody bekerja untuk Vandaria Internasional sambil kuliah pascasarjana di Universitas Indonesia.