Belbuk.comtoko buku onlineBuku Original021-4202857
Cara PembelianTestimoniPusat BantuanTentang KamiHubungi Kami
Buku    Hukum    Hukum Umum

Anti Korupsi: Teori & Strategi Grup Bisnis, Makelar Kasus, dan KPK

Berat 0.30
Tahun 2016
ISBN 9786021286357
Penerbit UPP STIM YKPN
Sinopsis       Buku Sejenis
 
Harga: Rp60.000
Tersedia:
Dikirim 2-5 hari berikutnya SETELAH pembayaran diterima. (Senin s/d Jumat, kecuali hari libur)

Pelanggan yang Membeli Buku Ini Juga Membeli Buku Berikut:

Memberantas Korupsi Bersama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Ermansjah Djaja
Rp220.000
Disiplin Hukum
Purnadi Purbacaraka
Rp20.000
Strategi Pemerintahan: Manajemen Organisasi Publik
Suwarsono Muhammad
Rp100.000
Pertanggungjawaban Pidana Korporasi (Corporate Criminal Responsibility)
Muladi
Rp100.000
Lainnya+   

Sinopsis

Buku ini, dalam batas-batas tertentu, boleh dikata menggambarkan sebagian pekerjaan yang saya lakukan selama menjadi Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) tahun 2013-2015. Bagian pertasma, yang terdiri dari 7(tujuh) bab, berisi berbagai teori tentang korupsi dan strategi pemberantasannya dengan mengunakan pendekatan kontekstual. Teori-teori tersebut meletakan korupsi sebagai simptom dari ketidakseimbangan pembangunan ekonomi dan politik dan di saat yang sama sebagai akibat dari ketidakseimbangan otonomi penguasa dan kekuatan masyarakat sipil. Ketidakseimbangan itulah yang menjadi sebab pokok lahirnya korupsi. Di dalam buku ini juga dijelaskan peran signifikan dari makelar korupsi dan grup bisnis dalam menumbuhkembangkan korupsi. Oleh karena itu, negara semestinya sejak dari awal perlu menempatkan keseimbangan empat komponen pokok tersebut sebagai salah satu azas pembangunan, jika menghendaki korupsi tidak tumbuh subur dan mengakar secara struktural.

Bagian kedua, yang terdiri dari 5(lima) bab, menjelaskan tentang manajemen strategi, yang sering kami wacanakan dengan berbagai pemangku kepentingan di KPK. Secara organisatoris KPK seyogyanya dibangun tidak sekadar sebagai organisasi yang tumbuh membesar (big-growth), tetapi lebih sebagai organisasi publik yang hebat (great). Oleh karena itu KPK seyogyanya mendesain secara jeli rancang bangun masa depannya, dengan memilih mahzab strategi yang khas. Kebutuhan ini tampak demikian signifikan karena keukan posisi politik yang di miliki KPK: hampir selalu berada pada posisi jebakan politik (poltical trap). Akibatnya tidak heran jika KPK sepertinya hampir memiliki keniscayaan untuk secaraberulang-ulang mengalami krisis politik.

(Kembali Ke Atas)
(Kembali Ke Atas)